METRO SUMBAR

Lurah Pimpin Goro Bersihkan Saluran Irigasi Gunung Nago Libatkan Keltan, 73 Hektare Sawah di Kelurahan Pisang Terancam Kekeringan

3
×

Lurah Pimpin Goro Bersihkan Saluran Irigasi Gunung Nago Libatkan Keltan, 73 Hektare Sawah di Kelurahan Pisang Terancam Kekeringan

Sebarkan artikel ini
BERSIHKAN SALURAN IRIGASI— Lurah Pisang, Deswarman bersama dua kelompok tani dari Kelurahan Pisang dan Binuang Kampung Dalam, melakukan goro membersihkan sedimen di bawah jembatan dan saluran air Irigasi Gunung Nago kiri yang mengaliri sawah ke Pisang dan Binuang.

PADANG, METRO–Bencana hidrometeorologi di Padang mengakibatkan sawah terancam kekeringan. Pasalnya, saluran irigasi rusak akibat diterjang banjir. Apalagi setelah bendungan irigasi  Gunung Nago dan Koto Tuo rusak yang merupakan pusat  ma­suknya air ke areal pertanian masuarakat, khu­sus­nya di Keluaraha Pisang.

Selain itu, ada beberapa Daerah Irigasi (DI) yang mengalami kerusakan juga. Bagi saluran irigasi yang mengalami kerusakan dan tertimbun sedimen, dilakukan pengang­katan sedimen. Sedimen tebal dikerjakan oleh Dinas PUPR. Sedangkan sedimen yang dangkal digorokan oleh Ke­lompok Tani, se­hingga air bisa mengairi sawah.

Menyikapi kondisi yang demikian, Lurah Pisang, Kecamatan Pauh, Deswarman melibatkan dua ke­lompok tani dari Kelurahan Pisang dan Binuang Kampung Dalam, menggelar gotongroyong membersihkan saluran air Irigasi Gunung Nago kiri yang me­ngaliri sawah ke Pisang dan Binuang, Senin (26/1).

“Alhamdulillah, sudah lima  kali kami bergoro membersihkan sisa sisa lumpur yang sudah me­ngering, dan material kayu yang menghambaat aliran air ke Pisang dan Binuang,” ujar Lurah Pisang, Adek Deswarman didampingi Ketua RT 01/RW 06 Suardi alias Pak Meri di lokasi goro kemarin.

Disbeutkan Adek Des­warman, bahwa kegiatan goro yang sudah berlangsung lima  hari ini,  kita berhasil mengeluarkan sekitar 50 Kubik hingga 80 kubik sedimen kering berikut material. Ini yang me­nyebabkan saluran air ke sawah warga tersumbat.

Untuk pembersihan irigasi ini, kita bersama warga, ketua RW, Ketua RT  dan kelompok tani  menargetkan sepanjang 1 KM dibersihkan. Dengan tujuan me­ngatasi krisis ke­keringan.

Saat ini kata Adek Deswarman,  ada 73 haktare sawah yang terletak di Pisang dan Binuang Kampung Dalam, terancam ke­k­eringan dan gagal panen.  “Kelompok tani yang me­lakukan goro pembersihan saluran irigasi dari sedimen dengan tujuan supaya air bisa masuk ke sawah. Kita juga harapkan petani terdampak masih bisa berusaha tani, sampai bendungan irigasi bisa berfungsi kembali,” harap Adek Deswarman.

Seperti diketahui kata Deswarman, warga di Kecamatan Kuranji dan Pauh dilanda kekeringan sepekan terakhir. Sumur warga mengering seiring tak me­ngalirnya air pada saluran irigasi pascaruntuhnya bendungan Gunung Nago akibat banjir bandang 28 November 2025 lalu.  “Warga di dua kecamatan ini, sumber air warganya dari sumur yang berasal dari air permukaan. Sejak jari­ngan irigasi tak lagi dialiri air, sumur juga kehilangan sumber mata airnya,” ung­kapnya.

Dijelaskan Deswarman bahwa untuk pasokan air bersih rumah tangga, kita maksimalkan di Koto Pa­rak, ada tiga titik, Jalan Djamaluddin Wak Ketok ada dua titik, Pisang dan Parak Alah  masing masing satu titik. “Kemungkinan untuk penambahan lokasi akan  kita lihat perkembangannya. Namun yang jelas, warga sangat terbantu sekali dengan adanya air gratis dari pemko Padang ini melalui pihak PDAM,” tandas Deswarman.

Sementara itu Ketua RT 01/RW/06 Suardi alias Pak Meri mengaku  adanya goro bersama kelompoim tani  ini sangat membantu warga. Selain itu  juga menambah kuatnya kekompakan petani di Pi­sang. “Terimakasih pak Lurah Pisang Adek Des­war­man yang memimpin langsung aksi ini dan begitu peduli terhadap warga­nya, air bersih untuk warga dan air irigasi untuk sawah kami dikerjakan secara bersama sama.” sebut Suardi. (ped)