METRO PESISIR

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Resmikan Museum Mohammad Sjafei

2
×

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Resmikan Museum Mohammad Sjafei

Sebarkan artikel ini
PERESMIAN MUSEUM— Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani prasasti peresmian Museum Mohammad Sjafei.

PDG.PARIAMAN, METRO–Museum Mohammad Sjafei, kemarin,  resmi diresmikan di lingkungan INS Kayu Tanam, Kabupa­ten Padangpariaman, Su­matera Barat. Peresmian museum dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, sebagai bentuk penghormatan terha­dap jasa dan pemikiran Mohammad Sjafei, salah satu tokoh besar pendidikan dan kebudayaan Minangkabau.

Mohammad Sjafei me­rupakan pendiri INS Kayu Tanam (Indonesisch Ne­derlandsche School), sebuah lembaga pendidikan swasta legendaris yang didirikan pada 31 Oktober 1926. INS Kayu Tanam hadir sebagai antitesis sistem pendidikan kolonial Belanda, dengan menitikberatkan pada pembentukan karakter peserta didik yang mandiri, kreatif, dan berjiwa kebangsaan melalui keseimbangan pendidikan umum, seni, dan keterampilan kerja.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bah­wa Mohammad Sjafei ada­lah sosok visioner yang pemikirannya melampaui zamannya. Selain dikenal sebagai pendidik, Mohammad Sjafei juga merupakan seniman dan buda­yawan Minangkabau. Ia tercatat sebagai pemain biola, pelukis, penulis buku, serta pengarang lagu nasional “Indonesia Subur”. Warisan pemikiran dan karya-karyanya telah me­lahirkan banyak kader bangsa serta memberikan kontribusi besar bagi per­kem­bangan pendidikan di Su­matera Barat dan Indonesia secara umum.

Keberadaan Museum Mohammad Sjafei diha­rapkan menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat pemikiran, karya, dan perjuangan beliau sebagai pendidik dan budayawan. Museum ini menampilkan berbagai dokumentasi sejarah, karya tulis, serta artefak yang merekam per­jalanan panjang INS Kayu Tanam sebagai institusi pendidikan yang mampu bertahan dan beradaptasi hingga saat ini.

Peresmian museum ter­sebut turut dihadiri Sekreta­ris Daerah Provinsi Suma­tera Barat Arry Yuswandi, Bupati Padangpariaman John Ke­nedy Azis, pimpinan INS Kayu Tanam dan pengelola museum, unsur Forkopimda dan Forkopimca, sejumlah kepala perangkat daerah, anggota DPRD, serta ratusan ma­syarakat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Pemerintah berharap Museum Mohammad Sja­fei tidak hanya berfungsi sebagai pusat edukasi sejarah, tetapi juga menjadi ruang refleksi akan pen­tingnya pendidikan dan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan karakter bangsa, sekaligus mendo­rong kebangkitan kembali INS Kayu Tanam sebagai salah satu ikon pendidikan nasional.(efa)