METRO PADANG

Bubarkan Massa, Patroli Subuh Berujung Ricuh, Ngeri! Anggota Satpol PP Padang Patah Kaki Ditabrak Massa

5
×

Bubarkan Massa, Patroli Subuh Berujung Ricuh, Ngeri! Anggota Satpol PP Padang Patah Kaki Ditabrak Massa

Sebarkan artikel ini
JALANI PERAWATAN— Anggota Satpol PP dari Unit Unit Penegak Tindak Internal (PTI), David, menjalani perawatan insentif setelah ditabrak dengan sengaja oleh pengendara sepeda motor saat berupaya membubarkan massa yang menghadang petugas, saat Patroli Subuh, Minggu (25/1) dinihari WIB.

PADANG, METROPatroli subuh yang dilakukan Satpol PP Kota Padang untuk menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat (trantibum), Minggu (25/1) dini hari berakhir ricuh. Seorang personel bernama David dari Unit Penegak Tindak Internal (PTI) menjadi korban kebrutalan massa hingga mengalami patah tulang kaki.

Insiden berdarah ini terjadi sekitar pukul 04.30 WIB saat iring-iringan petugas hendak kembali ke Markas Komando (Mako) Satpol PP di jalan Tanmalaka, usai menyisir sejumlah titik rawan. David menderita ce­dera serius pada kaki kiri setelah ditabrak dengan sengaja oleh pengendara sepeda motor saat berupaya membubarkan massa yang menghadang petugas.

Kepala Satpol PP Kota Padang Chandra Eka Putra, mengecam keras tindakan anarkis yang menimpa anggotanya. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap aparat yang sedang bertugas adalah tindakan pidana yang tidak bisa ditoleransi.

“Kami menyayangkan adanya tindakan yang mem­bahayakan keselamatan petugas saat menjalankan tugas penegakan peraturan daerah dan menjaga ketertiban umum. Ini preseden buruk bagi penegakan hukum di kota ini,” tegas Kasatpol PP Padang Chandra Eka Putra dalam keterangan resminya, Minggu (25/1) pagi.

Chandra menjelaskan, kronologi kejadian bermula saat tim gabungan yang dipimpin oleh Kepala Bi­dang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Da­erah (P3D), Rio Ebu Pratama, bergerak melakukan patroli sejak pukul 03.00 WIB. Tim menyisir kawa­san Rimbo Kaluang, Jalan Khatib Sulaiman, hingga kawasan Batang Arau.

Namun, saat perjalanan pulang, konvoi kendaraan petugas dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal. Situasi memanas ketika massa mulai memprovokasi dengan melempari kendaraan dinas meng­gunakan benda tumpul.

Dalam situasi ricuh ter­sebut, David turun untuk melakukan upaya pembubaran paksa. Nahas, sebuah sepeda motor Honda Beat yang dikendarai salah satu oknum massa menerjangnya dengan kecepatan tinggi.

“Segala bentuk ke­kerasan terhadap petugas tidak akan ditoleransi. Kami akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak pelaku sesuai aturan yang berlaku. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Chansra.

Sebelum insiden pe­nyerangan, dalam operasi tersebut, petugas sempat mengamankan belasan muda-mudi dari berbagai lokasi, di antaranya Kawasan Rimbo Kaluang, 8 orang perempuan diamankan.

Kemudian di kawasan Jalan Khatib Sulaiman, 1 orang perempuan diamankan. Selanjutnya, di  kawasan Batang Arau ada 4 perempuan, 2 laki-laki diamankan bersama barang bukti satu botol minuman beralkohol golongan B.

“Namun, ketegangan memuncak saat rombo­ngan petugas dalam perjalanan pulang. Sekelompok massa mulai melakukan tindakan provokatif dengan melempari kendaraan petugas menggunakan benda tumpul. Saat korban mencoba mela­kukan pembubaran paksa terhadap kerumunan yang memblokade ja­lan, sebuah sepeda motor Honda Beat menabraknya dengan keras hingga me­ngakibatkan cedera serius,” ungkap Chandra.

Menurut Chandra, saat ini, David telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif akibat patah tulang yang dideritanya. Sementara itu, belasan muda-mudi yang terjaring razia masih menjalani proses pendataan dan pemeriksaan oleh Penyidik Pegawai Negeri Si­pil (PPNS) di Mako Satpol PP Padang.

“Proses hukum untuk pelaku penabrak akan terus berjalan, sementara pelanggar trantibum yang kami amankan tetap di­proses sesuai ketentuan perundang-undangan,” tu­kasnya. (ren)