METRO PADANG

Dorong Budaya Tertib Berlalu Lintas, PT Semen Padang Gelar Kampanye Safety Riding

5
×

Dorong Budaya Tertib Berlalu Lintas, PT Semen Padang Gelar Kampanye Safety Riding

Sebarkan artikel ini
KAMPENYE SAFETY RIDING— PT Semen Padang menggelar kampanye Safety Riding bertema “Budayakan Keselamatan Berkendara dan Tertib Berlalu Lintas”, di GSG PT Semen Padang, Rabu (21/1). KAmpanye ini diikuti puluhan karyawan Semen Padang Group serta sejumlah pelajar di Kota Padang.

PADANG, METROMemperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, PT Semen Padang menggelar kampanye Safety Riding bertema “Budayakan Keselamatan Berkendara dan Tertib Berlalu Lintas”. Ke­giatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Rabu (21/1), ini diikuti puluhan karyawan Semen Padang Group serta sejumlah pe­lajar di Kota Padang.

Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, me­ngatakan kampanye Safety Riding merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional sekaligus wujud komitmen manajemen dalam memperluas penerapan nilai-nilai keselamatan.

Menurutnya, budaya K3 tidak hanya diterapkan di lingkungan kerja, tetapi juga dalam aktivitas ber­kendara sehari-hari. “Keselamatan harus menjadi kesadaran bersama dan dijalankan secara konsisten, sehingga mampu me­lindungi karyawan, keluarga, dan masyarakat,” ujar­nya.

Pada kegiatan tersebut, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) ini menghadirkan dua nara­sumber, yakni Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Sumatera Barat, Kompol Rosita Imelda Ifadi, serta Kepala Subbagian Pelayanan Santunan PT Jasa Raharja Kanwil Sumbar, Dwi Aprianto.

Ketua Panitia Kampanye Safety Riding PT Semen Padang, Jefri Antoni, menyampaikan bahwa ke­giatan ini bertujuan me­numbuhkan kesadaran keselamatan berkendara di kalangan insan perusahaan. Menurutnya, mobilitas merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari karya­wan sehingga risiko kece­lakaan perlu diantisipasi sejak dini.

“Kecelakaan lalu lintas tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga keluarga, perusahaan, dan lingkungan kerja. Karena itu, Safety Riding harus menjadi budaya, bukan sekadar slogan,” kata Jefri.

Jefri juga mengajak seluruh peserta menjadi teladan dan duta keselamatan berkendara, baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat. Menurutnya, perubahan perilaku yang konsisten menjadi indikator keberhasilan kampanye ini.

Sementara itu, Kasub­dit Kamsel Ditlantas Polda Sumbar, Kompol Rosita Imelda Ifadi, memaparkan bahwa kondisi keselamatan lalu lintas di Sumatera Barat masih memprihatinkan. Ia menyebutkan, angka kecelakaan lalu lintas di daerah tersebut berada pada peringkat lima terbesar secara nasional.

“Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Di Sumbar, mayoritas korban berasal dari usia produktif, yakni 13 hingga 35 tahun,” ujarnya.

Rosita mengapresiasi langkah PT Semen Padang yang aktif menggelar kampanye Safety Riding sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan ma­syarakat. Menurutnya, keter­libatan dunia usaha sangat penting dalam men­dukung upaya pemerintah menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Ia juga mengungkap sejumlah pelanggaran yang masih sering ditemukan di lapangan, di an­taranya penggunaan telepon genggam saat berkendara, kendaraan tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), mobil barang yang mengangkut penumpang, serta sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis s­e­perti tanpa kaca spion, knalpot tidak standar, dan lampu yang tidak sesuai ketentuan.

Selain itu, pelanggaran seperti menerobos lampu lalu lintas, penggunaan lampu strobo tidak sesuai peruntukan, serta pengendara yang tidak membawa atau tidak dapat menunjukkan SIM dan STNK yang sah juga masih kerap terjadi. “Kepatuhan terhadap aturan dan perilaku berkendara yang baik akan menciptakan budaya lalu lintas yang aman dan ber­keselamatan,” tegas­nya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Subbagian Pelayanan Santunan PT Jasa Raharja Kanwil Sumbar, Dwi Aprianto, memaparkan data dampak kecelakaan lalu lintas dari sisi pembiayaan santunan. Sepanjang 2025, nilai santunan kecelakaan lalu lintas tercatat meningkat signifikan.

“Total santunan meningkat sebesar 11,04 persen atau sekitar Rp7,7 miliar. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya frekuensi kecelakaan sebesar 2,63 persen serta kecelakaan fatal yang menyebabkan korban meninggal dunia naik 3,57 persen,” jelasnya.

Menurut Dwi, data tersebut menjadi pengi­ngat bahwa kecelakaan lalu lintas masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan upaya bersama melalui edukasi serta perubahan perilaku berkendara.

Melalui kampanye Safety Riding ini, PT Semen Padang berharap dapat berkontribusi menekan ang­ka kecelakaan lalu lintas sekaligus memperkuat budaya keselamatan yang sejalan dengan nilai-nilai K3 perusahaan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda dan masyarakat luas akan pen­tingnya keselamatan ber­kendara. (ren/rel)