SAWAHLUNTO, METRO–Kemenag Sawahlunto tengah bersiap untuk keberangkatan peserta lomba Olimpiade Akademik dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) serta perkembangan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) madrasah. Hal ini diungkapkan pada Jumat (23/1) oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad), Syafruddin pada Apel rutin yang diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Kemenag Sawahlunto.
Syafruddin mengungkapkan bahwa pada Jumat siang, para finalis Olimpiade Akademik akan bertolak menuju Depok, Jawa Barat, untuk mengikuti babak final yang dilaksanakan di Universitas Indonesia (UI), tepatnya di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
“Peserta yang diberangkatkan berjumlah 10 orang, didampingi oleh guru pendamping. Dari Sumatera Barat, hanya ada dua madrasah yang berhasil masuk babak final, yakni MAN Kota Sawahlunto dan MAN IC Pariaman, masing-masing mengutus lima peserta,” ujar Syafruddin.
Ia menjelaskan, babak final Olimpiade Akademik tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Senin dan Selasa, 27–28 Januari 2026. Syafruddin mengajak seluruh keluarga besar Kemenag Sawahlunto untuk mendoakan para peserta agar diberikan kelancaran dan mampu meraih hasil terbaik.
Menurutnya, keikutsertaan siswa MAN dalam ajang akademik tingkat nasional ini diharapkan dapat menjadi gerbang awal bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama, sekaligus meningkatkan daya saing madrasah di tingkat nasional.
Selain itu, Syafruddin juga menyampaikan informasi terkait Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 10041 Tahun 2025 tentang penambahan rombongan belajar (rombel) baru. Kebijakan tersebut merupakan upaya Kementerian Agama dalam mengakomodasi tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan madrasah.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa penambahan rombel harus diiringi dengan ketersediaan ruang kelas dan tenaga pendidik yang memadai. Saat ini, beberapa madrasah di Sawahlunto masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia.
“MIN 2 dan MTsN 2 Sawahlunto masih mengalami kekurangan guru. Ini menjadi tantangan yang terus kami upayakan solusinya,” kata Syafruddin.
Ia berharap ke depan akan ada penambahan tenaga pendidik melalui jalur rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Mudah-mudahan pada tahun 2026 mendatang ada pembukaan CPNS dan PPPK baru sehingga kebutuhan guru di madrasah dapat terpenuhi,” pungkasnya. (pin)






