PADANG, METRO—Identitas tiga jenazah korban bencana banjir bandang berhasil diungkap oleh Tim DVI Polda Sumbar lewat uji pencocokan DNA dengan sampel pembanding anak kandung maupun orang tua kandung di Laboratorium Pusdokkes Polri.
Tiga korban yang sudah teridentifikasi bernama Jaruni perempuan asal Sungai Garingging, Kabupaten Padangpriaman, Dusra Maini laki-laki asal Kabupaten Agam dan Irna Silva perempuan, asal Kabupaten Agam.
Dua dari tiga yang teridentifikasi telah dimakamkan beberapa waktu lalu secara massal. Sedangkan jenazah Jaruni masih disimpan di lemari pendingin Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Padang.
Kamis (22/1), Wakapolda Polda Sumbar , Brigjen Pol Solihin secara simbolis menyerahkan sertifikat identifikasi sekaligus menyerahkan jenazah Jaruni kepada keluarga kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Polda Sumbar tetap komitmen mengindetifikasi jenazah-jenazah korban bencana yang belum teridentifikasi. Jika sudah selesai teridentifikasi, kami pasti akan menyerahkannya kepada keluarga korban,” ungkap Brigjen Pol Solihin.
Brigjen Pol Solihin, hari ini (kemarin-red), Pusdokkes Polri sudah mengeluarkan hasil uji DNA tiga jenazah korban bencana yang dikirimkan oleh Tim DVI Polda Sumbar. dengan sampel pembading yaitu anak kandung korban.
“Hasilnya, sampel DNA pembanding yaitu anak kandung korban dengan DNA jenazah korban dinyatakan cocok dengan tingkat keakuratan 99 persen. Sehingga hari ini menyerahkan hasil tiga uji DNA dan menyerahka jenazah korban kepada keluarga korban,” jelas Brigjen Pol Solihin.
Menurut Brigjen Pol Solihin, total korban meninggal dunia akibat bencana di Sumbar hingga 20 Januari 2026,sebanyak 254 orang. Dari jumlah tersebut, 226 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari, 112 laki-laki dan 114 perempuan.
“Korban belum teridentifikasi berjumlah 28 orang, dengan rincian, 13 laki-laki dan 11 perempuan. Sedangkan laporan korban yang hilang ada 81 orang, terdiri dari, 43 laki-laki dan 38 perempuan,” ujar Brigjen Pol Solihin.
Terkait jenazah yang belum teridenfikasi, Brigjen Pol Solihin meminta kepada warga, keluarga maupun famili yang kehilangan anggota keluarga pascabencana, segera melaporkannya kepada Polsek atau Polres terdekat maupun 110 untuk mempercepat proses identifikasi.
“Seluruh jenazah yang belum teridentifikasi, sampel DNA-nya sudah diambil dan dikirimkan ke Pusdokkes Polri. Kami saat ini masih menunggu ada keluarga yaitu orang tua kandung ataupun anak kandung untuk diambil sampel pembanding. Kami siap membantu untuk pengambilan sampel pembanding dalam 1×24 jam,” tegas dia.
Sementara itu, Plt Kabiddokkes Polda Sumbar AKBP dr Faisal menjelaskan, kendala utama dalam identifikasi sisa korban saat ini adalah keterbatasan sampel DNA pembanding dari keluarga inti.
“Masih terdapat 28 jenazah atau potongan bagian tubuh yang belum teridentifikasi karena belum adanya sampel DNA pembanding. Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera melapor, “ jelasnya.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menambahkan, Polri tidak hanya hadir dalam aspek teknis identifikasi, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis. Penyerahan dilakukan langsung kepada keluarga agar seluruh proses berjalan lancar dan dapat memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan, “ pungkasnya. (rgr)






