PESSEL, METRO—Masyarakat Ngalau Gadang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan hingga saat ini masih terisolasi. Setelah hampir dua bulan pascabencana, yang mengakibatkan tiga titik jalan tertimbun tanah longsor dan satu-satunya akses jembatan terputus.
Kini, akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga kini dalam kondisi darurat. Dalam kondisi darurat itu, masyarakat bersama TNI AD terpaksa menandu pasien gawat darurat sejauh 3 kilometer ke jalan yang bisa dilalui mobil. Pasien tersebut harus dirujuk ke Puskesmas karena kondisinya tidak bisa ditangani di Poskesri.
Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Pesisir Selatan, Novermal Yuska melalui akun Instagram pribadinya, Kamis, (22/1). Novermal mengatakan, bahwa di sana, terdapat 168 KK dengan total 670 jiwa yang bermukim di Ngalau Gadang.
“Di sana ada 1 sekolah TK l, 1 sekolah SD, dan 1 Poskesri. Siswa SMP, MTs, MA, SMA dan SMK bersekolah di luar Ngalau Gadang. Guru TK dan SD banyak tinggal di luar Ngalau Gadang,” jelas Novermal.
Dihubungi secara terpisah, Bidan Desa Ngalau Gadang, Zumelia Siska, menjelaskan bahwa pasien yang ditandu tersebut bernama Aras yang saat ini masih duduk di bangku kelas 6 SD. Aras datang ke Poskesri dengan luka terbuka di atas betis kaki sebelah kiri dengan lebar 7 cm.
“Karena bagian kulitnya tidak ada lagi dan tidak bisa saya lakukan tindakan lebih lanjut, maka Aras saya rujuk ke puskesmas dengan menutup bagian luka dengan kain kassa,” jelasnya.
Sementara Ngalau Gadang belum bisa diakses oleh kendaraan roda 4 dan mengantisipasi terjadinya pendarahan kalau di bawa dengan kendaraan roda dua.
“Karena kondisi jalan kami sangat ekstrim akibat bencana longsor bulan 11 kemarin, jadi keluarga dan masyarakat sepakat membawa pasien dengan ditandu dengan jarak tempuh kurang lebih 3 Kilometer,” terang Lia, sapaan akrab dari Bidan Zumelia.
Lia juga mengatakan bahwa ia hanya bisa mengantar pasien hingga menaiki mobil sembari memantau apakah terjadi pendarahan selama perjalan ka IGD Puskesmas Asam Kumbang, sebab ia harus kembali ke Poskesri untuk mengobati pasien yang lain.
Kabar terbaru dari keluarga yang Lia dapatkan adalah, Puskesmas Asam Kumbang sudah merujuk pasien Aras ke rumah sakit Muhammad Zein Painan, dan akan dioperasi pada pukul 2 siang ini.
Di tengah kondisi yang memprihatinkan itu, masyarakat Ngalau Gadang berharap pemerintah mempercepat pemulihan akses pendidikan, kesehatan dan ekonomi dengan segera membangun kembali jembatan yang putus, dan membersihkan tanah longsor yang menutupi jalan.
Sementara itu, Novermal mengatakan, untuk membuka akses Ngalau Gadang, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan sudah merencanakan pemasangan gorong-gorong plat baja Aramco dengan diameter 7 meter sebagai pengganti jembatan putus, dan segera memasukan alat berat untuk membersihkan jalan tertimbun tanah longsor. (*)






