PASAMAN, METRO–Dalam suasana duka menyelimuti warga Jorong Setia, Nagari Simpang Tonang Selatan, Kecamatan Duo Koto itu, kehadiran Bupati Pasaman, Welly Suhery sekonyong menjadi penguat di tengah kepedihan Yusraini , Rabu (21/1). Saat rombongan tiba, Yusraini yang didampingi Misdawati (40), anak dari saudaranya, melangkah maju menyambut. Tanpa banyak kata, tangan renta Yusraini menggenggam tangan Bupati. Seketika, air matanya jatuh berurai. Tangis terisak pecah, bahunya naik turun, meluapkan duka yang terpendam sejak musibah itu terjadi.
Bupati Pasaman membalas genggaman tersebut dengan erat, lalu merangkul Yusraini, membiarkan momen empati itu mengalir tanpa sekat. “Saya datang ke sini bukan hanya sebagai Bupati, tetapi sebagai keluarga. Saya bisa merasakan betapa perihnya kehilangan semua yang dimiliki dalam sekejap,” ujar Welly Suhery dengan suara lirih.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pasaman hadir sepenuhnya untuk warganya yang tertimpa musibah. “Ini ujian yang sangat berat. Tapi Ibu Yusraini dan Ibu Misdawati tidak sendiri. Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman akan selalu ada untuk masyarakatnya,” tambahnya.
Kunjungan Welly Suhery bukan seremonial. Bupati Pasaman didampingi Asisten I Asrial, Kepala Dinas Kominfo Fatrizon, Kadis Sosial Arma Putra, Kalaksa BPBD Mardianto, serta Ketua BAZNAS Pasaman Asnil M beserta jajaran, didapingi Kapolsek Duo Koto, Camat Duo Koto, Wali Nagari Simpang Tonang Selatan, dan unsur terkait lainnya.
Rombongan meninjau langsung lokasi kebakaran yang menghanguskan dua rumah—satu semi permanen dan satu permanen—hingga rata dengan tanah. Pada kesempatan, Bupati Welly Suhery juga menyerahkan bantuan kepada para korban. Bantuan berasal dari BAZNAS Kabupaten Pasaman sebesar Rp10 juta, yang dibagi rata untuk kedua korban kebakaran. “Ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas kita bersama. Semoga dapat sedikit meringankan beban,” ujar Bupati.
Selain itu, Dinas Sosial Pasaman menyalurkan bantuan sembako berupa beras, makanan siap saji, perlengkapan tidur, serta pakaian.
Sementara BPBD Pasaman, memberikan pula bantuan berupa hygiene kit, tikar, dan bahan pangan tambahan. Seluruh bantuan disalurkan langsung dan dipastikan diterima oleh para korban.
Dengan suara bergetar, Yusraini menyampaikan rasa terima kasihnya. “Terima kasih, Pak Bupati, rumah habis, semua barang juga habis. Terima kasih sudah datang dan membantu kami,” ucapnya sedih.
Yusraini menceritakan, saat peristiwa kebakaran terjadi rumah dalam keadaan kosong. Ia tengah berada di masjid untuk mengikuti pengajian peringatan Isra Mi’raj. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari warga, api diduga berasal dari percikan pada meteran listrik, kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah. “Tidak ada yang bisa diselamatkan. Api cepat sekali membesar,” tuturnya.
Untuk sementara, Yusraini kini menumpang tinggal di rumah kerabat yang masih satu kampung sambil menunggu proses pembangunan kembali tempat tinggalnya. (ped/rel)






