SIJUNJUNG, METRO—Nasib tragis dialami dua pria di Jorong Gantiang, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung. Pasalnya, mereka tersengat aliran listrik tegangan menengah saat hendak menyambung kabel di ruko yang berada persis di pinggir Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum), Rabu (21/1) sekitar pukul 13.00 WIB.
Akibat kejadian itu, kedua korban bernama Pardi (43) dan Apis (38) mengalami luka bakar mulai dari 20 persen hingga 50 persen. Warga setempat yang melihat kedua korban terkapar tak sadarkan, langsung memberikan pertolongan.
Setelah itu, kedua korban dibawa ke RSUD Sijunjung untuk mendapat penanganan medis. Tak berselang lama, Polisi bersama petugas PLN datang ke lokasi untuk memastikan kemanan masyarakat dan melakukan olah TKP.
Kapolsek Sijunjung, Iptu Murdani membenarkan kejadian itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP, kejadian bermula saat korban Apis hendak menyambung jaringan listrik dari saluran tegangan menengah yang berada di atap ruko di tepi Jalinsum, Jorong Gantiang, Sijunjung.
“Namun, karena diduga sambungan kurang aman, korban terkena sengatan listrik hingga tak sadarkan diri. Melihat kejadian itu, rekan korban Pardi berupaya melakukan pertolongan, sehingga juga terkena sengatan listrik,” kata Iptu Murdani, Kamis (22/1).
Iptu Murdani menjelaskan, warga yang melihat kejadian itu, langsung melakukan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Sijunjung untuk mendapat penanganan medis.
“Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bakar hingga 50 persen, sedangkan rekan korban yang berupaya menolong mengalami luka bakar 20 persen di bagian tubuh. Dugaan karena sambungan yang dibuat dari saluran tegangan menengah, kurang aman, sehingga korban terkena sengatan listrik,” ungkapnya.
Dengan adanya kejadian ini, Iptu Murdani meminta masyarakat untuk hati-hati terhadap kabel-kabel listrik yang bertegangan. Apalagi, pengerjaan dilakukan bukan orang yang ahli di bidangnya.
“Anggota sudah mendatangi lokasi bersama petugas PLN. Untuk kabel yang menyengat kedua korban sudah diamankan oleh petugas PLN. Semoga saja, kejadian serupa tidak terulang kembali,” tutupnya. (ndo)






