PASAMAN, METRO–Pemerintah Kabupaten Pasaman dan PT. Medco Power Indonesia menggelar Rapat Kerja di Ruang Rapat Bupati, Selasa (20/1), untuk menyelaraskan langkah percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Bonjol. Proyek yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) ini sudah melewati tahap eksplorasi, dengan target pembangkit dapat beroperasi dalam lima tahun ke depan. Rapat yang dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Pasaman dan Direksi PT. Medco tersebut membahas komitmen, progres, dan langkah pendukung yang diperlukan.
Site Project Manager PT. Medco Power Indonesia, Sigit Widiatmoko, dalam pemaparannya menegaskan komitmen perusahaan mengembangkan energi bersih di Indonesia, dengan Pasaman sebagai salah satu lokasi strategis. “Kami di Bonjol sedang lakukan eksplorasi. Ini adalah Program Strategis Nasional. Harapannya setelah 5 tahun, pembangkit listrik panas bumi di Pasaman ini sudah terbangun,” ujar Sigit.
Lebih lanjut, Sigit mengakui bahwa jalan menuju operasional masih sangat panjang dan banyak proses yang harus dilalui.
“Aktivitas kami masih panjang, mohon selalu dukungan dari Pemkab. Pasaman agar pembangkit listrik ini terwujud. Secara laporan lingkungan semua aman, layak, tidak ada masyarakat yang dirugikan, dan tenaga kerja lokal juga diserap,” tambahnya, sembari menekankan aspek keberlanjutan dan dampak sosial proyek tersebut.
Merespon paparan tersebut, Bupati Pasaman, Welly Suhery yang didampingi Wakil Bupati Parulian, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kelancaran proyek energi panas bumi tersebut.
Dalam rapat itu, Bupati Welly juga meminta jajarannya untuk memfasilitasi kebutuhan administrasi dan teknis yang bersentuhan langsung dengan Pemkab Pasaman.
“Pemkab Pasaman dukung PT. Medco lakukan proyek ini di Pasaman. Medco tetap dilanjutkan,” tegas Bupati Welly dalam rapat.
Namun, Bupati juga memberikan catatan penting terkait aspek sosial. Ia meminta agar PT. Medco meningkatkan komunikasi dengan warga sekitar lokasi proyek.
“Sosialisasi dan pendekatan terhadap masyarakat sekitar harus intensif dilakukan,” imbaunya.
Menurutnya penerimaan masyarakat untuk keberlangsungan proyek strategis jangka panjang tersebut sangat penting. Maka itu sosialisasi oleh perusahaan harus gencar dilakukan, karena ini menjadi aspek yang paling penting.
Menurut Bupati Welly, jika proyek terwujud dan menghasilkan, maka akan berkontribusi sangat besar terhadap daerah. Ada bagi hasil dengan daerah, selain penyerapan tenaga kerja lokal dan multiplier effect lainnya. (ped/rel)






