PADANG, METRO—Mobil Honda Brio terbakar di depan toko sparepat kendaraan di Jalan Adinegoro, kawasan Kayu Kalek, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Selasa sore (20/1). Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun, sopir mobil Brio itu dikabarkan melarikan diri sebelum petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Polisi datang ke lokasi. Belum diketahui penyebab sopir kabur. Hanya saja, di dalam mobil yang terbakar ditemukan empat jeriken BBM.
Informasi yang dihimpun, insiden kebakaran mobil tersebut pertama kali dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang pada pukul 16.42 WIB. Tak berselang lama, satuan pemadam dari Pos 3 langsung bergerak menuju lokasi dengan jarak tempuh sekitar 1,1 kilometer dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 16.47 WIB.
Menurut keterangan saksi mata, kejadian bermula saat terdengar suara benturan keras di ruas jalan tersebut. Tak lama kemudian, sebuah mobil terlihat dalam kondisi terbakar. Warga sekitar yang panik segera menghubungi petugas pemadam untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Warga setempat, Andi (44), mengatakan, mobil yang terbakar diketahui membawa empat jerigen yang diduga berisi bahan bakar minyak (BBM). Hal itu terungkap saat proses pemadaman berlangsung.
“Mobil tersebut diketahui membawa 4 jeriken yang diduga membawa BBM, hal tersebut diketahui saat petugas memadamkan api, terlihat jeriken yang terbakar dan bau BBM yang menyengat,” katanya.
Keberadaan jeriken tersebut memperkuat dugaan bahwa kebakaran berpotensi membesar, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan padat lalu lintas, padat penduduk, dan dikelilingi pertokoan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadis Damkar), Budi Payan mengatakan, sebanyak tiga unit armada dengan 40 personel dikerahkan ke lokasi, dibantu unsur kepolisian.
“Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 17.30 WIB, sehingga kebakaran tidak meluas ke area sekitar dengan luas potensi terdampak mencapai 500 meter persegi,” katanya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kata Budi Payan, peristiwa ini menyebabkan satu unit mobil rusak berat. Luas area yang terbakar diperkirakan sekitar 4×4 meter persegi.
“Kerugian material akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp100 juta, sementara aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan senilai Rp500 juta,” katanya.
Terkait penyebab kebakaran mobil, Budi Payan mengakui masih dalam penyelidikan oleh pihak Kepolisian. Pasalnya, pengemudi diduga melarikan diri setelah mobil terbakar.
“Kami pemadam mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kejadian darurat melalui Padang Sigap 112 agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin, terutama di wilayah dengan tingkat risiko kebakaran tinggi,” pungkasnya. (*)






