BERITA UTAMA

Nelayan Hilang saat Menjaring Ikan, Tinggalkan Motor dan Pakaian

3
×

Nelayan Hilang saat Menjaring Ikan, Tinggalkan Motor dan Pakaian

Sebarkan artikel ini
PENCARIAN— Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang di kawasan Muaro Sunua, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padangpariaman.

PARIAMAN, METROTak kunjung pulang, seorang nelayan dilaporkan hilang saat menjaring ikan di kawasan Muaro Sunua, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang­pa­riaman, Selasa (20/1).

Peristiwa bermula ketika korban, Dedy Fernando (44), warga Sunua Barat, berangkat menuju muara pada pukul 03.00 WIB untuk menjaring ikan. Berdasar­kan keterangan saksi ma­ta, korban terakhir kali ter­lihat oleh warga sekitar pukul 07.00 WIB di lokasi.

Namun, kecurigaan mun­cul beberapa jam kemudian saat korban tak kunjung kembali. Di lokasi kejadian, warga hanya me­nemukan sepeda motor dan celana milik korban yang ditinggalkan di daratan, sementara Dedy tidak ditemukan di mana pun.

“Masyarakat setempat sempat melakukan penca­rian mandiri, namun hing­ga sore hari hasilnya masih nihil,” kata Harry, anggota Pramuka SAKA SAR yang pertama kali meneruskan informasi ini ke pihak berwenang.

Menerima laporan pa­da pukul 15.07 WIB, Kantor SAR Kelas A Padang langsung bergerak cepat. Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi bahwa tim rescue telah diberangkatkan ke Lokasi Kejadian Perkara (LKP) hanya dalam waktu 13 menit setelah informasi diterima.

“Kami telah membe­rangkatkan satu tim rescue yang terdiri dari 8 personel menuju Muaro Sunua. Estimasi perjalanan sekitar 45 menit untuk segera memulai operasi pencarian,” ujar Abdul Malik.

Untuk memaksimalkan pencarian, kata Abdul Malik, terutama di area perairan dan rawa yang sulit dijangkau, Tim SAR Padang membawa peralatan leng­kap, termasuk teknologi pemindaian suhu tubuh.

“Kami mengerahkan berbagai peralatan pendukung, mulai dari rescue car double cabin, rescue car palsar, LCR dan mopel, hingga drone thermal untuk memperluas area pencarian. Selain itu, disiagakan pula peralatan SAR air, medis, komunikasi, eva­kuasi, serta perlengkapan pendukung lainnya guna mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan,” katanya.

Abdul Malik mengatakan, hingga pelaksanaan operasi dimulai, tidak terdapat faktor penghambat berarti. Kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian dilaporkan berawan, sehingga memungkinkan pelaksanaan pencarian dilakukan secara maksimal sesuai prosedur operasi SAR.

“Operasi SAR ini dikategorikan sebagai kondisi membahayakan manusia dan akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan. Tim SAR Gabungan berupaya mengoptimalkan seluruh potensi yang ada untuk menemukan korban secepat mungkin, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan muara yang memiliki karakter arus dan medan yang dinamis,” tuturnya.

“Fokus utama kami ada­lah menyisir area sekitar ti­tik terakhir korban terlihat. Kami memohon doa dari masyarakat agar korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkas Abdul Malik.(*)