METRO PADANG

Bimtek PKM Menuju PIMNas, Unand Perkuat Budaya Riset dan Prestasi Mahasiswa

3
×

Bimtek PKM Menuju PIMNas, Unand Perkuat Budaya Riset dan Prestasi Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
BIMTEK PKM— Wakil Rektor I Unand Prof. Syukri Arief membuka kegiatan Bimtek Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNas). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan dosen pendamping agar mampu membina mahasiswa secara berkelanjutan dan berkualitas.

PADANG, METROUniversitas Andalas (Unand) terus memperkuat budaya riset dan prestasi mahasiswa melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNas). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan dosen pendamping agar mampu membina mahasiswa secara berkelanjutan dan berkualitas.

Wakil Rektor I Unand Prof. Syukri Arief, menegaskan bahwa PKM dan PIMNas bukan sekadar ajang kompetisi tahunan, melainkan bagian penting dari proses pendidikan dan pembelajaran di perguruan tinggi.

“PKM dan PIMNas bukan hanya soal lomba, tetapi tentang bagaimana proses bimbingan terjadi. Di sanalah nilai pendidikan berjalan. Prestasi mahasiswa akan mengangkat kualitas individu sekaligus lembaga,” ujarnya pada Senin (19/1) di Gedung Convention Hall Kampus Limau Manis.

Ia menjelaskan bahwa pembinaan sengaja dimulai dari dosen agar memiliki semangat yang sama dalam mendampingi mahasiswa. Me­nurutnya, ide-ide mahasiswa seringkali luar biasa, namun tanpa arahan yang tepat akan sulit dikontrol dan dikembangkan secara sistematis.

“Di sinilah peran dosen pendamping sangat pen­ting. Mahasiswa punya kreativitas tinggi, tetapi perlu dibimbing agar idenya terarah, terukur, dan berkualitas,” tambahnya.

Prof. Syukri juga me­nyebutkan bahwa hampir seluruh mata kuliah meto­dologi penelitian di Unand telah mensyaratkan PKM, sehingga mahasiswa sebenarnya sudah akrab de­ngan konsep tersebut. Namun tanpa pembinaan yang kuat, potensi itu tidak akan maksimal.

“Kalau tidak diarahkan, tentu tidak bisa dikontrol. Maka pembinaan harus dimulai dari dosen,” tegasnya.

Ia mengakui capaian Unand menuju PIMNas bersifat fluktuatif, ter­kadang banyak proposal lolos, terkadang menurun, bahkan ada tahun tanpa wakil di PIMNas. Namun hal itu justru harus menjadi momentum penguatan peran dosen pendamping.

“Mari jadikan ini sebagai upaya menumbuhkan budaya akademik yang lebih baik. Bukan hanya mengejar medali, tetapi membangun budaya riset, kolaborasi, dan bimbingan yang berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Prof. Syukri berharap kegiatan ini mampu melahirkan proposal PKM yang berkualitas, mendapatkan pendanaan, serta mengantarkan mahasiswa Unand berprestasi di ajang PIMNas. (ren/rel)

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UNAND, Dr. Eng. Ir. Dendi Adi Saputra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari perubahan strategi pembinaan PKM tahun ini. Jika sebelumnya sosialisasi lebih dulu me­nyasar mahasiswa, kini pendekatan difokuskan pada dosen pendamping.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas, UNAND menghadirkan Prof. apt. Andi Dian Permana sebagai narasumber yang juga sekaligus juri PIMNAS akan berbagi pe­ngalaman dalam menyusun proposal unggul dan stra­tegi pendampingan efektif.

Melalui Bimtek PKM Menuju PIMNAS ini, UNAND menegaskan komitmennya membangun ekosistem akademik yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pada penguatan budaya riset, kreativitas, dan pembinaan berkelanjutan sebagai ciri kampus berdampak.(*)