BERITA UTAMA

Lindungi Anak, Ayah Luka Parah Diserang Beruang, Korban Perjalanan Pulang usai Panen Manggis, Kening hingga Mulut Robek Terkena Cakar

9
×

Lindungi Anak, Ayah Luka Parah Diserang Beruang, Korban Perjalanan Pulang usai Panen Manggis, Kening hingga Mulut Robek Terkena Cakar

Sebarkan artikel ini
DISERANG BERUANG— Korban Wandi yang diserang beruang di Jorong Mudiak Liki, Nagari Kurai, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, mendapatkan perawatan di rumah sakit.

LIMAPULUHKOTA, METROTragis. Seorang ayah bersama anak kandungnya diserang hewan buas beruang madu saat perja­lanan pulang usai memanen buah manggis di ladang milik mereka di Jorong Mudiak Liki, Nagari Kurai, Kecamatan Suliki, Kabu­paten Limapuluh Kota.

Akibat kejadian itu, korban bernama Wandi Putra dan anak­nya Aldi mengalami luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, sang ayah me­nga­lami luka yang paling parah. Kening, mulut dan sejumlah b­a­gian tubuh robek dicakar oleh beruang.

Wali Nagari Kurai, Beni Eka Putera membenarkan adanya insiden penyerangan yang dialami dua warganya oleh beruang madu. Menurut­nya, peristiwa itu terjadi pada Jumat (16/1/) sekitar pukul 14.30 WIB.

“Peristiwa mencekam itu terjadi ketika korban Wandi bersama anaknya Aldi pergi ke kebun ber­sama anaknya. Setelah sele­sai memanen mang­gis, keduanya berjalan pulang melewati jalan seta­pak yang biasa dilalui war­ga,” kata Beni, Senin (19/1).

Namun tanpa disangka, ungkap Beni, di tengah perjalanan mereka tiba-tiba dihadang seekor beruang madu—satwa liar yang oleh warga setempat dikenal dengan sebutan bribe atau briba.

“Beruang tersebut mun­cul secara tiba-tiba dari arah semak belukar. Tanpa sempat menghindar, hewan buas itu langsung mengamuk dan sempat menyerang anak Wandi. Melihat anaknya dalam bahaya, Wandi refleks me­lin­dungi sang anak dan berdiri di posisi paling de­pan,” ujar Beni.

Hanya saja, kata Beni, upaya heroik itu justru membuat Wandi menjadi sasaran utama amukan beruang. Korban mengalami luka serius akibat ca­kar, terutama di bagian kening, mulut dan gusi, serta luka lecet di sejumlah bagian tubuh. Serangan berlangsung singkat namun brutal, sebelum akhirnya beruang tersebut melarikan diri kembali ke arah hutan.

“Dalam kondisi berlumuran darah dan menahan rasa sakit, Wandi bersama anaknya berusaha keluar dari kebun menuju permukiman warga terdekat. Warga yang melihat kon­disi korban segera mem­­berikan pertolongan dan membawa Wandi ke RSUD Suliki,” jelas Beni.

Karena luka yang cukup parah, kata Beni, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Hingga kini, Wandi masih menjalani perawatan intensif. Sementara anaknya dilaporkan selamat secara fisik, namun mengalami trauma psikologis akibat kejadian tersebut.

“Warga memang su­dah beberapa kali melihat kemunculan beruang ma­du di kebun ma­sya­rakat. Terutama saat musim buah seperti manggis dan durian, beruang kerap terlihat, sehingga membuat warga khawatir,” kata Beni.

Terkait insiden ini, Beni mengakui, pihaknya bersama tokoh masyarakat setempat telah mengimbau warga agar lebih waspada saat beraktivitas di kebun, tidak pergi sendirian, serta menghindari jam-jam rawan.

“Warga juga diminta segera melapor jika menemukan jejak, kotoran, atau tanda-tanda kebe­radaan satwa liar di sekitar kebun dan permukiman,” tutupnya. (*)