LIMAPULUHKOTA, METRO—Tragis. Seorang ayah bersama anak kandungnya diserang hewan buas beruang madu saat perjalanan pulang usai memanen buah manggis di ladang milik mereka di Jorong Mudiak Liki, Nagari Kurai, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota.
Akibat kejadian itu, korban bernama Wandi Putra dan anaknya Aldi mengalami luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, sang ayah mengalami luka yang paling parah. Kening, mulut dan sejumlah bagian tubuh robek dicakar oleh beruang.
Wali Nagari Kurai, Beni Eka Putera membenarkan adanya insiden penyerangan yang dialami dua warganya oleh beruang madu. Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Jumat (16/1/) sekitar pukul 14.30 WIB.
“Peristiwa mencekam itu terjadi ketika korban Wandi bersama anaknya Aldi pergi ke kebun bersama anaknya. Setelah selesai memanen manggis, keduanya berjalan pulang melewati jalan setapak yang biasa dilalui warga,” kata Beni, Senin (19/1).
Namun tanpa disangka, ungkap Beni, di tengah perjalanan mereka tiba-tiba dihadang seekor beruang madu—satwa liar yang oleh warga setempat dikenal dengan sebutan bribe atau briba.
“Beruang tersebut muncul secara tiba-tiba dari arah semak belukar. Tanpa sempat menghindar, hewan buas itu langsung mengamuk dan sempat menyerang anak Wandi. Melihat anaknya dalam bahaya, Wandi refleks melindungi sang anak dan berdiri di posisi paling depan,” ujar Beni.
Hanya saja, kata Beni, upaya heroik itu justru membuat Wandi menjadi sasaran utama amukan beruang. Korban mengalami luka serius akibat cakar, terutama di bagian kening, mulut dan gusi, serta luka lecet di sejumlah bagian tubuh. Serangan berlangsung singkat namun brutal, sebelum akhirnya beruang tersebut melarikan diri kembali ke arah hutan.
“Dalam kondisi berlumuran darah dan menahan rasa sakit, Wandi bersama anaknya berusaha keluar dari kebun menuju permukiman warga terdekat. Warga yang melihat kondisi korban segera memberikan pertolongan dan membawa Wandi ke RSUD Suliki,” jelas Beni.
Karena luka yang cukup parah, kata Beni, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Hingga kini, Wandi masih menjalani perawatan intensif. Sementara anaknya dilaporkan selamat secara fisik, namun mengalami trauma psikologis akibat kejadian tersebut.
“Warga memang sudah beberapa kali melihat kemunculan beruang madu di kebun masyarakat. Terutama saat musim buah seperti manggis dan durian, beruang kerap terlihat, sehingga membuat warga khawatir,” kata Beni.
Terkait insiden ini, Beni mengakui, pihaknya bersama tokoh masyarakat setempat telah mengimbau warga agar lebih waspada saat beraktivitas di kebun, tidak pergi sendirian, serta menghindari jam-jam rawan.
“Warga juga diminta segera melapor jika menemukan jejak, kotoran, atau tanda-tanda keberadaan satwa liar di sekitar kebun dan permukiman,” tutupnya. (*)






