METRO SUMBAR

Pastikan Hak Belajar Anak Terpenuhi, Bupati Pasaman Serahkan Bantuan untuk Siswa SD 12 Koto Kaciak

2
×

Pastikan Hak Belajar Anak Terpenuhi, Bupati Pasaman Serahkan Bantuan untuk Siswa SD 12 Koto Kaciak

Sebarkan artikel ini
BANTUAN SEKOLAH— Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyerahkan bantuan sekolah untuk siswa dan siswi SD 12 Koto Kaciak terpaksa belajar di tenda sederhana pascabencana banjir bandang akhir November 2025 lalu.

PASAMAN, METRO–Di lereng bukit yang masih menyisakan bekas tanah bergerak, siswa SD 12 Koto Kaciak terpaksa belajar di tenda sederhana. Dari dalamnya, terdengar lantunan bacaan dan tawa riang anak-anak. Mereka seolah melupakan bencana yang menghantam se­kolah mereka. semangat mereka tetap tinggi untuk belajar.

Kondisi sekolah mereka kini dalam bayang-ba­yang bencana. Gedung sekolah mereka yang su­dah dihantam longsor, terpaksa ditinggalkan. Tanah retak di atasnya kini masih mengancam.

Menghindari dampak bencana, aktivitas belajar mengajar kini dipindahkan ke tenda seadanya yang menjadi kelas darurat. Me­nyaksikan langsung kondisi itu, Bupati Pasaman, Welly Suhery, bersama jajaran mendatangi lokasi pada Senin (19/1).

Kedatangan Bupati Welly dan jajaran bukan sekadar seremonial, melainkan membawa bantuan untuk siswa. Berupa paket perlengkapan sekolah dan dua unit tenda belajar yang langsung diserahterimakan ke pihak sekolah.

Wajah Bupati terlihat haru ketika menyapa satu per satu siswa yang duduk dan belajar di dalam tenda. Kedatangan Bupati disambut hangat anak-anak. Mereka sangat senang atas ke datangan Bupati Welly. Ada yang bersalaman, dan ada yang memeluk Bupati.

“Kepada anak-anakku sekalian, tetaplah semangat belajar. Keterbatasan tidak boleh menghalangi cita-cita kita semua. Mari tetap belajar menuntut ilmu,” ajak Bupati Welly kepada para murid-murid tersebut.

“Kehadiran kami di sini bentuk tanggungjawab ne­gara untuk memastikan hak pendidikan anak-anak te­tap terpenuhi, meski dalam kondisi darurat sekalipun,” tambah Bupati Welly Su­hery di hadapan Kepala Sekolah, Majelis Guru dan Kadis Pendidikan, Perangkat Nagari, dan semua yang hadir saat kunjungan itu.

Bupati Welly mengakui, kondisi ini langsung disikapi secara serius. Meski baru berupa solusi darurat, namun kebutuhan pelajar harus terus dipenuhi dalam menimba ilmu.

“Upaya ini merupakan solusi darurat, sembari menunggu kajian teknis lanjutan dan rencana relokasi sekolah yang saat ini sedang diproses dalam dokumen rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” jelas Bupati Welly.

Sementara itu, salah satu pelajar, merasa sangat senang dengan kedatangan Bupati. Ia menyebut Di tenda terasa panas kalau siang, dan kadang takut kalau hujan deras. Tapi ia dan teman lainnya tidak mau meninggalkan proses belajar meski harus belajar di tenda.

Sementara itu, di sisi Bupati, Kepala Dinas Pendidikan Pasaman, Muslim, turut memastikan komitmen pemulihan.

“Prioritas kami Keselamatan dan Keberlanjutan Pendidikan. Dua tenda ini dan perlengkapan sekolah untuk siswa adalah langkah pertama untuk memastikan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan tetap berjalan. Proses untuk relokasi permanen sudah dimulai, meski membutuhkan anggaran yang tidak kecil dan kajian yang matang,” papar Kadisdik. Kabupaten Pasaman Muslim. (ped/rel)