AGAM/BUKITTINGGI

Momentum 1 Abad Jam Gadang, Bukittinggi Bersiap jadi Pusat Literasi Dunia

2
×

Momentum 1 Abad Jam Gadang, Bukittinggi Bersiap jadi Pusat Literasi Dunia

Sebarkan artikel ini
RAPAT PERSIAPAN— Pemko Bukittinggi bersama IMLF gelar rapat persiapan kegiatan menyambut 100 Tahun Jam Gadang. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Balai Kota, Senin (19/1).

BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi bersama penyelenggara International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) menggelar rapat persiapan menyambut peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Balai Kota Bukittinggi, Senin (19/1).

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, yang didampingi Sekretaris Daerah Rismal Hadi, menyampaikan apresiasi kepada Satu Pena Su­matera Barat atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Bukittinggi sebagai tuan rumah pelaksanaan IMLF ke-4. Menurutnya, pe­nye­lenggaraan festival literasi internasional ini menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum satu abad Jam Gadang, ikon kebanggaan masyarakat Bukittinggi.

“Peringatan 1 Abad Jam Gadang merupakan momen penting bagi Kota Bukittinggi. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan yang matang dalam penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan sebagai bagian dari program unggulan 1001 Event,” ujar Ibnu Asis.

Ia menjelaskan, lebih dari 100 kegiatan akan digelar hingga puncak peringatan pada Juni 2026 mendatang. Seluruh agenda tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar dapat berjalan dengan sukses. Ibnu Asis juga menegaskan bahwa IMLF ke-4 akan menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan tersebut, dengan melibatkan peserta dari sekitar 40 negara.

Sementara itu, Ketua Sa­tu Pena Sumatera Barat, Sastri Bakry, menyampaikan bahwa Jam Gadang akan genap berusia 100 tahun pada 2026. Pelaksanaan IMLF ke-4 di Bukittinggi pada momentum bersejarah tersebut dinilai sebagai sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan tersendiri.

“IMLF ke-4 akan digelar pada 3 hingga 7 Juni 2026 dengan rangkaian kegiatan literasi dan seni berskala internasional. Festival ini dirancang untuk mengangkat Bukittinggi sebagai pusat literasi dan kebudayaan Minangkabau di tingkat dunia,” ungkap Sastri.

Ia menambahkan, hingga saat ini sebanyak 25 negara telah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam IMLF ke-4, dan jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah. Rangkaian kegiatan festival meliputi sembilan agenda utama, di antaranya seminar internasional, peluncuran buku, program edukasi, berbagai perlombaan ka­rya tulis dan video, pertunjukan seni, pameran, wisata budaya, olahraga, hingga malam penghargaan.

“Seminar internasional akan menghadirkan delapan pembicara dan dua keynote speaker yang membahas Jam Gadang dari berbagai perspektif,” tambahnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas literasi, peringatan 1 Abad Jam Gadang diharapkan tidak hanya menjadi perayaan simbol sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat posisi Bukittinggi di kancah budaya dan literasi internasional. (pry)