METRO PADANG

Kunjungi Nenek Saudah, Andre Rosiade dan Kapolda Sumbar Jamin Keamanan Korban serta Usut Tuntas Tambang Ilegal

7
×

Kunjungi Nenek Saudah, Andre Rosiade dan Kapolda Sumbar Jamin Keamanan Korban serta Usut Tuntas Tambang Ilegal

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI KEDIAMAN NENEK SAUDAH— Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryana, mengunjungi nenek Saudah (67) di kediamannya di Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Minggu (18/1).

PASAMAN, METROWakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Kapolda Suma­tera Barat Irjen Pol. Gatot Tri Suryana mengunjungi Nenek Saudah (67) di kediamannya di Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Minggu (18/1). Kunjungan ini merupakan bentuk kehadiran negara terhadap warga lansia yang menjadi korban pengeroyokan akibat keberaniannya menolak aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar Khairuddin Simanjuntak, Bupati Pasaman Welly Suhery, Wakil Bupati Parulian Dalimunte, Ketua DPRD Pasaman Nelfri Affandi, Kapolres Pasaman AKBP Muhammad Agus Hidayat, serta sejumlah pejabat daerah dan apa­rat kepolisian.

Dalam pertemuan itu, Andre Rosiade memberikan penguatan moril kepada Nenek Saudah dan putranya, Asparuddin. Andre menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh kekerasan dan intimidasi, terlebih terhadap warga yang berjuang mempertahankan lingkungan dari praktik i­legal.

“Negara hadir dan tidak akan membiarkan ke­ke­rasan terhadap warga yang menolak tambang i­legal. Nenek tidak sendirian,” tegas Andre.

Untuk menjamin kea­manan korban pascakejadian, Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryana menginstruksikan pengamanan maksimal di kediaman Nenek Saudah. Ia memerintahkan Kapolres Pasaman menempatkan personel kepolisian secara rutin di lokasi.

“Kami siap mengawal keamanan Nenek Saudah. Saya perintahkan satu personel Bhabinkamtibmas berjaga setiap hari di rumah ini,” ujar Irjen Gatot.

Selain pengamanan, Kapolda juga menekankan pentingnya pemulihan kondisi fisik dan psikologis korban. Ia meminta agar Ne­nek Saudah mendapatkan perhatian penuh dan dijauhkan dari tekanan apa pun.

“Saya minta Nenek di­bikin senang, dibikin nyaman. Saya ingin Nenek cepat sembuh. Kalau ada yang mengganggu, lapo­rkan langsung,” kata Gatot.

Kapolda juga memastikan kesiapan Polri dalam memberikan pelayanan kesehatan maksimal. Jika diperlukan perawatan lanjutan, Nenek Saudah akan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang.

“Kalau memang perlu dirawat lebih lanjut, kita bawa ke Padang. Kita pu­nya Rumah Sakit Bha­yang­kara. Dokter akan lakukan pemantauan rutin,” tegasnya.

Terkait penegakan hukum, Irjen Gatot mengung­kapkan bahwa dari empat terduga pelaku pengero­yokan, satu orang telah berhasil diamankan. Sementara tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

“Kami tidak akan berhenti. Pelaku lainnya akan kami kejar dan proses hukum akan berjalan sampai tuntas,” ujar Gatot, sembari meminta Kapolres berkoordinasi intensif de­ngan Kejaksaan Negeri Pasaman.

Bupati Pasaman Welly Suhery mengapresiasi per­hatian pemerintah pusat dan provinsi terhadap kasus ini. Ia menegaskan kekerasan akibat konflik tambang ilegal tidak boleh dibiarkan terjadi di Pasaman.

“Kami berterima kasih atas kehadiran Pak Andre dan Pak Kapolda. Kasus ini harus diusut tuntas agar menjadi pelajaran dan tidak terulang,” ujarnya.

Asparuddin, anak Nenek Saudah, turut menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas dukungan yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih. Orang tua kami hanya ingin mempertahankan lingkungan dari tambang ilegal. Kami mohon keadilan ditegakkan,” ka­tanya.

Andre Rosiade menutup kunjungan dengan memastikan korban tidak perlu lagi merasa takut dan dapat fokus pada pemulihan kesehatan. Dalam ke­sempatan itu, Andre juga menyerahkan bantuan untuk kebutuhan pengobatan dan keperluan harian Ne­nek Saudah.

“Nenek fokus saja sembuh. Negara hadir dan akan melindungi,” pungkas Andre. (*)