ARSENAL gagal memanfaatkan kekalahan Manchester City dalam derbi Manchester pada Sabtu (17/1). Bertandang ke City Ground, The Gunners harus puas dengan hasil imbang tanpa gol melawan Nottingham Forest di kompetisi liga Inggris.
Hasil yang membuat peluang Arsenal menjauh di puncak klasemen liga Inggris kembali terbuang. Sebagai pemimpin klasemen Premier League, Arsenal sejatinya punya kesempatan emas untuk memperlebar jarak menjadi sembilan poin dari Manchester City yang kini tanpa kemenangan dalam empat laga liga.
Penampilan disiplin dan penuh determinasi dari Nottingham Forest membuat ambisi itu kandas. Hasil ini juga mencatatkan rekor yang kurang menyenangkan bagi Arsenal. Untuk pertama kalinya sejak awal musim 2012–13, mereka mencatatkan dua hasil imbang 0-0 secara beruntun di liga Inggris.
Situasi bisa semakin rumit jika keunggulan mereka terpangkas menjadi empat poin, andai Aston Villa mampu melanjutkan dominasi kandang mereka saat menjamu Everton.
Tambahan satu poin memang belum bisa disebut bencana, tetapi ini kembali menegaskan masalah lama. Anak asuh Mikel Arteta masih kesulitan memanfaatkan momen krusial untuk sepenuhnya mengendalikan persaingan gelar yang di atas kertas seharusnya bisa mereka kuasai.
Melansir Sports Illustrated, Arsenal tampil dominan dalam penguasaan bola. Namun ketajaman di sepertiga akhir lapangan kembali menjadi persoalan.
David Raya menjalani laga yang relatif tenang di bawah mistar, sementara lini belakang yang dikomandoi William Saliba dan Gabriel Magalhaes tampil cukup solid tanpa benar-benar berada di bawah tekanan besar.
Di lini tengah, Declan Rice bermain cukup rapi dan tenang, meski kontribusinya dalam hal ancaman ke gawang lawan terasa minim. Martin Odegaard, yang biasanya menjadi penggerak utama, kali ini kesulitan mengendalikan tempo permainan dan tampak kewalahan menghadapi intensitas lini tengah Forest.
Sektor sayap juga tak banyak memberikan perbedaan. Noni Madueke, yang dipercaya tampil sejak awal, belum mampu memaksimalkan peluang yang dia dapatkan. Gabriel Martinelli memiliki peluang emas di babak pertama, namun penyelesaiannya justru melenceng dari sasaran.
Di lini depan, Viktor Gyökeres kembali kesulitan. Meski sempat menemukan kembali sentuhan gol di laga sebelumnya, kali ini dia hanya mendapatkan satu peluang berarti sebelum ditarik keluar, tanpa mampu memberikan dampak signifikan.
Arsenal datang ke Nottingham dengan kepercayaan diri tinggi setelah melihat rival terdekat mereka terpeleset. Namun, City Ground kembali menjadi tempat yang tidak ramah bagi tim asal London utara tersebut.
Sejak awal, Arsenal menguasai jalannya laga, mengalirkan bola dengan sabar dan mencoba membongkar pertahanan Forest. Meski begitu, tuan rumah mampu menandingi intensitas fisik permainan dan memutus ritme Arsenal di momen-momen penting.
Peluang terbaik Arsenal di babak pertama hadir dari situasi bola mati, tetapi penyelesaian akhir kembali mengecewakan. Forest bertahan dengan sangat disiplin dan perlahan mulai menemukan celah untuk melancarkan serangan balik, meski jarang benar-benar mengancam gawang.
Di babak kedua, Arteta mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan sejumlah pemain dari bangku cadangan. Bukayo Saka sempat memberi dampak instan, menciptakan peluang bagi Declan Rice dan hampir mencetak gol lewat sundulan. Namun, respons positif itu tak bertahan lama.
Forest tetap bertahan dengan gigih, menolak menyerah pada tekanan yang terus datang. Arsenal menumpuk pemain menyerang hingga menit-menit akhir, tetapi tak satu pun peluang berhasil dikonversi menjadi gol penentu.
Peluit panjang akhirnya menutup pertandingan tanpa pemenang. Di Nottingham, Arsenal kembali kehilangan momentum penting. Dalam perburuan gelar yang kian ketat, hasil imbang seperti ini bisa menjadi penyesalan besar di akhir musim. (jpg)






