JAKARTA, METRO—Untuk menyerap aspirasi dari masyarakat, Baharkam Polri menyelenggarakan Festival Komik Polisi Penolong. Pada Minggu (18/1) Kepala Baharkam Polri Komjen Karyoto mengumumkan juara pertama. Pengumuman pemenangan itu berlangsung dalam agenda Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat (Jakpus).
Dalam kesempatan itu, Karyoto menyampaikan bahwa festival tersebut merupakan wadah yang disediakan oleh instansinya untuk menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat berkaitan dengan kinerja Polri. Dengan cara yang lebih kekinian, dia berharap inisiatif dari Baharkam Polri itu semakin mendekatkan masyarakat dengan institusi kepolisian.
“Baharkam sejak beberapa bulan lalu ingin melempar gagasan kepada masyarakat untuk mendapatkan gambaran dan masukan melalui media komik dan karikatur,” kata Karyoto.
Menurut jenderal bintang tiga Polri tersebut, komik dan karikatur adalah medium yang mampu merepresentasikan pandangan, kritik, serta harapan masyarakat terhadap Polri secara lugas dan konstruktif. Menurut dia, itu penting bagi Korps Bhayangkara yang kini terus berbenah diri untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
“Kami ingin melihat bagaimana harapan masyarakat terhadap Polri ke depan agar semakin baik dalam memberikan pertolongan. Oleh karena itu, sejak akhir tahun lalu Baharkam mencanangkan semangat hadir sebagai Polisi Penolong,” ujarnya.
Salah seorang jenderal Polri yang pernah bertugas sebagai kapolda Metro Jaya tersebut menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap berbagai pelanggaran yang masih terjadi. Untuk itu, dia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan pengawasan dan masukan, termasuk melalui mekanisme pelaporan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri.
“Ini menjadi bahan masukan dan harapan kita bersama bahwa Polri ke depan harus semakin baik dan semakin benar,” kata dia.
Dalam Festival Komik Polisi Penolong 2025, Baharkam Polri menghadirkan 3 orang dewan juri. Yakni seniman dan komikus Jam Praba, komikus digital nasional Wahyu Aditya, dan inisiator Lomba Komik Polisi Penolong Hasby Ristama. Di antara ratusan karya yang masuk, dewan juri menyeleksi 500 karya terbaik. Hasilnya, Nana Naung menjadi juara pertama.
Lewat karyanya, seniman tersebut menggambarkan peran Polri saat membantu korban bencana alam mencari anggota keluarga yang terpisah. Juara kedua diraih M. Fuad Azhar B dengan karya bertema anggota polisi yang menolong siswa menuju sekolah di wilayah terluar. Juara ketiga diraih Musrifah Medkom dengan karya yang menampilkan kesigapan polisi membantu seorang lansia di jalan raya. (jpg)






