KETIDAKPASTIAN soal kursi pelatih Real Madrid ternyata belum juga mereda. Meski secara terbuka klub masih menyatakan dukungan kepada Alvaro Arbeloa, manajemen Los Blancos sudah mulai menjajaki alternatif pelatih untuk musim depan.
Pemecatan Xabi Alonso awalnya diharapkan menjadi titik balik. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Alih-alih bangkit, Real Madrid mengalami keruntuhan yang lebih dalam.
Puncaknya adalah kekalahan mengejutkan 2-3 dari Albacete di babak 16 besar Copa del Rey, hasil yang tercipta saat Arbeloa sudah berada di pinggir lapangan.
Yang menarik, keraguan terhadap Arbeloa sebenarnya sudah muncul bahkan sebelum laga tersebut. Di internal klub, namanya sejak awal dipandang lebih sebagai solusi jangka pendek, bahkan sebelum Xabi Alonso resmi diberhentikan.
Melansir Mundo Deportivo, di dalam klub, mulai terdengar suara-suara yang mempertanyakan kebijakan menunjuk pelatih minim pengalaman di tengah situasi krisis. Keraguan itu kian menguat seiring hasil-hasil buruk yang terus bermunculan.
Arbeloa memang nyaris tidak memiliki waktu untuk bekerja dengan skuad atau menerapkan ide-idenya secara menyeluruh. Namun realitasnya, setiap pertandingan kini berubah menjadi ujian langsung atas kelayakannya sebagai pelatih utama Real Madrid.
Internal klub menyebut bahwa penunjukan Arbeloa sejak awal tidak pernah dimaksudkan sebagai solusi jangka panjang. Ia lebih dilihat sebagai jembatan sementara, sambil klub menunggu figur pelatih yang lebih berpengalaman untuk mengambil alih pada musim depan.
Pandangan tersebut turut diperkuat dalam program El Larguero. Dalam pembahasan mengenai dinamika internal Real Madrid, disebutkan:
“Real Madrid sudah menjajaki beberapa pelatih. Pagi ini mereka sudah menjajaki kemungkinan untuk musim depan.”
“Saya kira Arbeloa akan berada di sana sampai musim panas dan kita akan lihat bagaimana hasilnya.”
Pernyataan itu semakin menegaskan bahwa meski Arbeloa masih dipercaya hingga akhir musim, rencana jangka panjang klub sudah mulai digodok.
Untuk saat ini, Real Madrid tetap menegaskan bahwa Arbeloa akan bertahan dan mendapat dukungan penuh. Namun, di balik layar, perencanaan masa depan terus berjalan. Tak mengherankan jika spekulasi soal calon pengganti semakin ramai.
Seperti yang sudah banyak diperkirakan, Jurgen Klopp menjadi nama yang paling menonjol. Mantan pelatih Liverpool itu dikagumi di internal klub karena kepemimpinannya, karismanya, serta kemampuannya membangun ulang ruang ganti yang sedang rapuh.
Selain Klopp, nama Enzo Maresca juga masuk dalam radar. Sementara itu, Zinedine Zidane masih kerap disebut, meski ia dikabarkan berada di jalur yang tepat untuk menjadi pelatih tim nasional Prancis berikutnya.
Pada tahap ini, Real Madrid masih berada dalam mode observasi. Pihak ketiga telah melakukan pendekatan awal, sejumlah nama dibahas secara internal, tetapi belum ada langkah konkret yang benar-benar diambil.
Satu hal yang pasti, kursi pelatih Real Madrid untuk musim depan sudah mulai diperebutkan jauh sebelum musim ini berakhir. (jpg)





