LIMAPULUH KOTA, METRO–Sejumlah Jorong di Nagari Balai Panjang Kecamatan Lareh Sago Halaban (Lasahan) Kabupaten Limapuluh melaksanakan Panen Raya Jagung, panen raya tersebut dihadiri langsung Kapolsek Luhak, Iptu Isral, Wakapolsek, Dinas Pertanian, Kecamatan serta, Wali Nagari Balai Panjang, Penyuluh Pertanian, Selasa (13/1).
Dari 2 titik di dua Jorong, hasil panen diperkirakan mencapai 5 ton jagung. Kegiatan tersebut diharapkan bisa terus merangsang petani yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota, khususnya di Nagari Balai Panjang agar semakin bergairah dalam memanfaatkan lahan pertanian mereka. Apalagi kebutuhan Jagung di Kabupaten Limapuluh Kota sangat tinggi, dan umumnya masih dipasok dari daerah luar.
Selain mendorong masyarakat untuk memaksimalkan lahan pertanian, juga untuk memanfaatkan lahan tidur yang ada. Hal tersebut diungkapkan Walinagari Balai Panjang, Idris usai kegiatan.
“Tentu kita terus dorong masyarakat di Nagari Balai Panjang untuk memaksimalkan lahan pertanian mereka dengan berbagai jenis tanaman dan sayuran, potensi Nagari kita sangat besar untuk lahan pertanian, sebab didukung lahan luas dan subur,” ucapnya.
Walinagari yang juga Ketua Persatuan Walinagari Kabupaten Limapuluh Kota (PERWANALIKO) menyebut dari hasil panen diperkirakan mencapai 5 ton.
“Untuk dua titik tadi (Jorong Tareh dan Kubang Rasau) hasil panen diperkirakan mencapai 5 ton, kita apresiasi dan terimakasih dengan pembinaan berbagai pihak, terutama penyuluh pertanian lewat sekolah lapang (SL),” tambahnya.
Dorongan agar masyarakat di 8 Jorong Nagari Balai Panjang untuk memaksimalkan lahan pertanian, bukan tak beralasan, kebutuhan Jagung yang tinggi untuk pakan ayam di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota menjadi salah satu faktor penting, apalagi selama ini, kebutuhan Jagung untuk pakan ayam (petelur dan pedaging) banyak didatangkan dari luar. Sehingga peluang masyarakat untuk meningkatkan ekonomi dengan bertanam atau memanfaatkan lahan pertanian sangat besar.
“ Didaerah kita banyak peternakan ayam, baik ayam petelur maupun pedaging, tentu dengan kondisi lahan pertanian yang subur serta lahan luas, menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi dengan bertanam berbagai jenis tanaman atau sayuran,” ucapnya Idris.
Saat ini di Nagari dengan luas 3747.00 itu menurut Idris, ditanam masyarakat dengan berbagai jenis tanaman dan sayuran. “Sebagian besar lahan di Nagari kita adalah lahan pertanian, ditanami masyarakat dengan padi, jagung, cabe, Coklat, kacang-kacangan, perkebunan, kopi, pinang serta lainnya. Apalagi saat ini harga jual jagung ditingkat petani mencapai Rp. 6300-6500,” tutupnya. (uus)





