METRO PADANG

RSUP Dr. M. Djamil Sosialisasikan Layanan Navigasi Pasien Kanker

0
×

RSUP Dr. M. Djamil Sosialisasikan Layanan Navigasi Pasien Kanker

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI LAYANAN NAPAK— RSUP Dr. M. Djamil menyosialisasikan layanan Navigasi Pasien Kanker atau NAPAK, Selasa (13/1). . Langkah ini diambil sebagai respons atas tantangan besar dalam penanganan kanker yang merupakan salah satu layanan prioritas nasional dengan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi.

PADANG, METRORSUP Dr. M. Djamil te­rus memperkuat komitmennya dalam mengha­dirkan pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi ma­syarakat, khususnya dalam penanganan pe­nyakit kanker.

Selasa (13/1), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan tersebut menyosialisasikan layanan Navigasi Pa­sien Kanker atau NAPAK. Langkah ini diambil sebagai respons atas tanta­ngan besar dalam penanganan kanker yang merupakan salah satu layanan prioritas nasional dengan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menekankan penanganan kanker mencakup perjalanan medis yang panjang. Mulai dari tahapan deteksi dini, penegakan diagnosis yang akurat, berbagai jenis terapi, hingga tindak lanjut jangka panjang bagi pe­nyintas.

“Seluruh proses tersebut menuntut adanya koordinasi yang kuat, kesinambungan pelayanan, serta pendekatan yang berorientasi sepenuhnya pada kebutuhan pasien agar hasil pengobatan menjadi lebih optimal,” kata dirut.

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Ketua Pengampuan Layanan Kanker Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B, Subsp.Onk (K), M.Kes, Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, dan perawat.

Pada kesempatan itu, Tim NAPAK RSUP Dr. M. Djamil Ns. Ibaadi Indra, S.Kep, M.Kep, Sp.Kep.Onk, CPN dan Ns. Siti Herlina Ali Sopiah, S.Kep, M.Kep, Sp.Kep.Onk, CPN menyosialisasikan Layanan NAPAK.

Dalam konteks tersebut, tuturnya, Program NAPAK hadir sebagai solusi yang sangat relevan dan strategis. Program ini di­rancang bukan sekadar untuk menambah kompetensi individu bagi tenaga medis, melainkan sebagai upaya penguatan sistem pelayanan kanker secara menyeluruh.

“Dengan adanya sis­tem navigasi ini, diharapkan pasien tidak lagi merasa bingung atau terputus di tengah alur layanan yang rumit. NAPAK memastikan setiap pasien mendapatkan pendampingan yang tepat, cepat, dan terkoordinasi dengan baik sejak mereka pertama kali me­nginjakkan kaki di rumah sakit hingga masa pemulihan,” harap Dirut.

Baca Juga  Buka Bersama Pemungut Pajak, Wako Apresiasi Kinerja Bapenda

Sebagai Rumah Sakit Pengampu Layanan Kanker, RSUP Dr. M. Djamil memikul tanggung jawab besar dalam skala regio­nal. Peran tersebut mencakup jaminan keterpaduan pe­layanan kanker lintas unit dan lintas profesi, sekaligus menjadi pusat rujukan yang memperkuat jejaring layanan kanker di wilayah sekitarnya. Selain itu, rumah sakit ini bertindak sebagai barometer dalam penerapan standar mutu, keselamatan pasien, dan tata kelola layanan kanker yang akuntabel.

“Keberhasilan pe­ngam­puan kanker tidak dapat dicapai jika masing-masing elemen bekerja sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi kolektif dari seluruh unsur rumah sakit,” tegasnya.

Ia menginstruksikan agar hasil pelatihan dan pengalaman yang dimiliki Tim NAPAK segera ditindaklanjuti secara nyata dan terstruktur melalui kebijakan internal serta praktik sehari-hari di setiap unit kerja. Sinergi antara Tim Pengampuan Kanker dan Tim Navigasi Pasien Kan­ker harus terjalin erat agar fungsi navigasi benar-benar menjadi bagian integral dari sistem kesehatan rumah sakit.

“Dukungan dari unit-unit strategis seperti Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), bagian Rekam Medis, serta unit penunjang lainnya dinilai krusial. Dukungan ini diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh proses navigasi pasien terdokumentasi dengan baik, dapat terukur secara data, dan bisa dievaluasi secara berkelanjutan untuk perbaikan layanan di masa depan,” harapnya.

Dovy juga meminta seluruh pimpinan unit dan kepala ruangan untuk me­nginternalisasi navigasi kanker sebagai bagian dari budaya kerja. “Dengan menjadikan navigasi sebagai standar perilaku profesional harian dan bukan sekadar program tambahan, RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat memberikan dampak nyata pada pe­ningkatan mutu layanan serta pengalaman pasien kanker yang lebih baik dan lebih manusiawi,” pinta­nya.

Baca Juga  Andre Rosiade Bantu Kaki Palsu untuk Pemuda Pariaman

Ditambahkan Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari keikutsertaan tenaga keperawatan RSUP Dr. M. Djamil dalam Pelatihan Navigasi Pasien Kanker (NAPAK) yang diselenggarakan di Rumah Sakit Kanker Dharmais pada tanggal 15 September sampai 20 November 2025. Pe­latihan tersebut telah diikuti dan diselesaikan de­ngan baik oleh seluruh peserta.

Adapun peserta dari RSUP Dr. M. Djamil yakni Ns. Ibaadi Indra, S.Kep, M.Kep, Sp.Kep.Onk, CPN dan Ns. Siti Herlina Ali Sopiah, S.Kep, M.Kep, Sp.Kep.Onk, CPN. Pada pelaksanaan pelatihan ter­sebut, kedua peserta berhasil meraih prestasi Juara 1 dan Juara 2, yang menunjukkan kompetensi, dedikasi, serta kualitas sumber daya manusia RSUP Dr. M. Djamil di ting­kat nasional.

“Kedua peserta tersebut baru saja menyelesaikan pendidikan Spesialis Keperawatan Onkologi di Universitas Indonesia pada bulan Agustus 2025, yang dibiayai melalui dukungan PT Roche dan sumber dana BLU RSUP Dr. M. Djamil. Hal ini menjadi bukti nyata sinergi pengembangan kompetensi SDM antara rumah sakit dan mitra, serta komitmen rumah sakit dalam memper­kuat layanan kanker melalui peningkatan kapasitas tenaga keperawatan spesialis,” paparnya.

Ia mengatakan tujuan sosialisasi dan presentasi hasil NAPAK ini adalah untuk mendiseminasikan pe­ngetahuan dan pengalaman peserta pelatihan kepada jajaran direksi, manajerial, dan unit terkait. Serta menjadi dasar penyelarasan tindak lanjut implementasi Navigasi Kanker dalam sistem pelayanan dan pengampuan kanker di RSUP Dr. M. Djamil.

“Kami berharap hasil pelatihan dan capaian pres­tasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal dalam penguatan pelayanan kanker, khususnya da­lam implementasi navigasi kanker yang terintegrasi, berkesinambungan, dan berorientasi pada mutu serta keselamatan pasien,” tukasnya. (rom/rel)