PADANG, METRO—Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade menegaskan bahwa seluruh aktivitas tambang ilegal di Sumatra Barat (Sumbar) akan ditutup secara total dalam waktu dekat. Tambang ilegal sudah meresahkan dan disinyalir menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana banjir bandang dan longsor beberapa waktu lalu.
Penegasan tersebut disampaikannya pada Selasa (13/1), menyusul komunikasi langsung yang ia lakukan dengan Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.
“Paling lama dua hari ke depan, seluruh tambang liar di Sumbar ditutup. Selain yang sudah ditutup di Pasaman dan Pasaman Barat, tambang ilegal di Sijunjung dan Solok Selatan juga akan segera ditertibkan,” kata Andre Rosiade, wakil rakyat dari Dapil Sumbar 1.
Andre menjelaskan, langkah tegas ini merupakan bentuk keseriusan aparat penegak hukum dalam merespons maraknya aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan, memicu bencana, serta merugikan masyarakat dan negara. Ia menyebutkan, penutupan tambang liar ini merupakan hasil komunikasi intensif dengan Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta pada pagi hari yang sama.
Lebih lanjut, Andre menekankan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada para pekerja lapangan semata. Menurutnya, pemodal dan pemilik alat berat yang terlibat dalam praktik tambang ilegal harus turut dimintai pertanggungjawaban hukum.
“Bukan hanya operator di lapangan, tapi pemodal dan pemilik alat berat juga harus diproses hukum. Kalau hanya pekerjanya yang ditindak, praktik ini tidak akan pernah berhenti,” tegas Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar tersebut.
Andre Rosiade juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polda Sumbar dalam menertibkan tambang ilegal. Ia berharap penindakan ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar memberikan efek jera serta mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah di Sumatera Barat.
“Ini demi keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan masa depan Sumbar. Negara tidak boleh kalah oleh tambang ilegal,” tutup Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Sebelumnya Andre Rosiade mendatangi Bareskrim Polri untuk berkoordinasi terkait maraknya aktivitas penambangan emas ilegal di Sumatera Barat (Sumbar). Andre menegaskan, praktik tambang ilegal tersebut sudah berlangsung lama dan menyebar di berbagai kabupaten.
“Beberapa tahun terakhir, penambangan emas ilegal di Sumatera Barat sangat marak. Ada di Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Solok Selatan, Sijunjung, dan beberapa daerah lainnya,” kata Andre kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (12/1). (*)





