PAYAKUMBUH, METRO–Di tengah gempuran gawai dan media sosial yang kian lekat dengan kehidupan anak-anak, puluhan santri cilik di Kota Payakumbuh justru menuntaskan bacaan Al Quran mereka. Momen tersebut tergambar jelas dalam peringatan Khatam Al Quran di Masjid Ihsan Taruko, Kelurahan Ikua Koto Dibalai, Rabu (7/1).
Sebanyak 45 peserta mengikuti prosesi khatam yang terdiri dari 18 peserta laki-laki dan 27 peserta perempuan yang berasal dari lingkungan Taruko dan sekitarnya.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin tiga tahunan yang telah menjadi bagian dari tradisi pembinaan keagamaan masyarakat setempat.
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada panitia, para orang tua, serta seluruh peserta atas terselenggaranya kegiatan Khatam Al Quran. “Semoga momentum ini semakin menumbuhkan kecintaan kita semua terhadap Al Quran,” kata Wako Zulmaeta.
“Khatam bukanlah akhir dari belajar, tetapi justru awal untuk lebih mendalami dan mengamalkan isi Al Quran dalam kehidupan sehari-hari,” tukuknya.
Ia berpesan kepada para peserta agar tidak berhenti mengaji meskipun telah menuntaskan bacaan Al Quran.
Menurutnya, membaca, memahami, dan mengajarkan Al Quran merupakan bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Zulmaeta juga menyoroti tantangan yang dihadapi anak-anak pada masa sekarang, khususnya terkait perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
“Anak-anak kita saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Kemajuan teknologi menjadi tantangan terbesar,” ujarnya.
“Karena itu, orang tua perlu berperan aktif mengontrol dan membimbing agar anak-anak tidak terjebak pada pengaruh negatif teknologi yang bisa diakses secara bebas,” sambungnya.
Peringatan Khatam Al Quran di Masjid Ihsan Taruko menjadi potret keteguhan masyarakat Payakumbuh dalam menjaga tradisi mengaji dan nilai-nilai keislaman. “Harapan kita, Al Quran tetap menjadi pedoman hidup generasi muda di tengah derasnya arus perubahan zaman,” tutupnya.
Ketua Panitia Khatam Al Quran Masjid Ihsan Taruko, Trion Sanova, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah melalui proses seleksi yang dilaksanakan bersama Kementerian Agama Kota Payakumbuh. Sehari sebelum puncak kegiatan, panitia juga menggelar basimak sebagai bagian dari rangkaian penilaian.
“Hari ini merupakan puncak kegiatan. Selain prosesi khatam, acara juga dirangkai dengan beberapa kegiatan pendukung sebagai bentuk syukur dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya seremonial semata, tetapi juga sarana memperkuat peran masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinaan keagamaan di lingkungan masyarakat. “Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemko Payakumbuh, para donatur, serta seluruh pihak yang telah ikut menyukseskan kegiatan ini,” pungkasnya. (uus)





