AGAM/BUKITTINGGI

Bupati Tinjau Hulu Sungai dan Sumber Longsor di Kuok III Koto Matur

0
×

Bupati Tinjau Hulu Sungai dan Sumber Longsor di Kuok III Koto Matur

Sebarkan artikel ini
Bupati Agam Tinjau Hulu Sungai dan Sumber Longsor di Kuok III Koto Matur
TINJAU— Bupati Agam, Benni Warlis, meninjau langsung lokasi hulu sungai sekaligus sumber longsor di Jorong Kuok III Koto, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Minggu (4/1).

AGAM, METROBupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah, meninjau langsung lokasi hulu sungai sekaligus titik sumber longsor di Jorong Kuok III Koto, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Minggu (4/1). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pe­nye­bab banjir bandang yang sebe­lumnya melanda kawasan Sungai Pisang.

Dalam peninjauan itu, Bupati Agam bersama tim menelusuri dua aliran hulu sungai yang bertemu dan mengarah ke sebuah torehan besar. Jalur tersebut diduga kuat menjadi lintasan utama aliran air bercampur material longsor yang kemudian mengalir ke wilayah hilir.

Usai melakukan peninjauan lapangan, Benni Warlis menjelaskan bahwa torehan tersebut berfungsi seperti saluran alami yang mempercepat aliran air hujan beserta material tanah dan batu, sehingga memicu terjadinya banjir bandang.

Baca Juga  Wujudkan Ketahanan Pangan, KTNA Sumbar Kampanyekan Sistem Budidaya Padi Sawah Pokok Murah

Meski demikian, ia bersyukur bencana tersebut tidak menimbulkan kerusakan rumah warga. “Alhamdulillah, masyarakat di sekitar lokasi tinggal di punggung gelombang tanah, sehingga tidak ada rumah yang terdampak langsung,” ujar Benni Warlis.

Kendati tidak menimbulkan korban harta benda, Bupati Agam tetap mengimbau warga yang berada di sekitar punggung ge­lom­bang tanah untuk segera me­ngungsi ke lokasi yang lebih aman. Langkah ini dilakukan sebagai upa­ya antisipasi terhadap ke­mung­kinan terjadinya longsor su­sulan.

Ia juga berharap intensitas curah hujan tidak kembali meningkat agar tidak memicu bencana lanjutan di wilayah tersebut. Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Agam akan segera mengambil langkah-langkah mitigasi bencana, termasuk upaya membuka kembali akses jalan yang sempat terisolasi.

Baca Juga  Bank Nagari Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Marapi

Dalam kesempatan tersebut, Benni Warlis menyampaikan bahwa para warga terdampak diimbau untuk menempati hunian sementara (huntara) yang telah disediakan pemerintah daerah. Selain itu, Pemkab Agam juga menyiapkan bantuan Dana Tunai Hunian (DTH) yang akan disalurkan berdasarkan data kependudukan by name by address.

“Kebijakan ini dirancang untuk memastikan hak-hak korban terpenuhi secara adil, terukur, dan akuntabel selama masa transisi darurat,” tegasnya.

Diketahui, Jorong Kuok III Koto, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, dihuni oleh 13 kepala keluarga dengan total 36 jiwa. Selama menempati hunian sementara, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana. (pry)