YOGYAKARTA, METRO–PSIM Yogyakarta berhasil mengamankan tiga poin penting saat menjamu Semen Padang dalam lanjutan Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (4/1), Laskar Mataram menundukkan Kabau Sirah dengan skor tipis 1-0 melalui gol tunggal Ze Valente.
Sejak peluit awal dibunyikan, PSIM tampil dominan dengan mengandalkan skema umpan-umpan penÂdek. Peluang pertama tercipta di menit-menit awal lewat sepakan Ze Valente, namun bola masih mampu diamankan penjaga gaÂwang Semen Padang, ArÂthur Augusto.
Semen Padang tak tinggal diam. Tim tamu mulai berani keluar menyerang di pertengahan babak pertama. Cornelius Stewart sempat melepaskan tembakan spekulatif, meski bola masih melenceng tipis dari gawang PSIM yang dijaga Cahya Supriadi.
Babak pertama berjalan cukup ketat. PSIM mencatatkan beberapa peÂluang berbahaya, termasuk tiga tembakan tepat sasaran, sementara Semen Padang mampu memÂÂbalas dengan dua shot on target. Laga sempat terhenti akibat gangguan paÂda sistem Video Assistant Referee (VAR). Setelah wasit berdiskusi dengan kapten dan ofisial kedua tim, pertandingan akhirnya dilanjutkan.
Menjelang turun minum, PSIM hampir mendapatkan hadiah penalti. Namun, setelah melakukan peninjauan VAR, wasit meÂnganulir keputusan terÂsebut. Skor imbang tanpa gol pun bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak keÂdua, PSIM langsung meÂningkatkan intensitas seraÂngan. Peluang emas tercipta pada menit ke-46 melalui Ze Valente, tetapi tusukannya masih mampu digagalkan barisan pertahanan Semen Padang. Tak lama berselang, sepakan Ezequiel Vidal juga belum menemui sasaran.
Semen Padang sempat memberikan ancaman serius pada menit ke-51. Cornelius Stewart melepaskan tembakan keras yang memaksa Cahya Supriadi meÂlakukan penyelamatan geÂmilang.
Momentum krusial terjadi di pertengahan babak kedua. Wasit Ko Hyung Jin menunjuk titik putih setelah Pedro Matos dinilai menarik Franco Ramos Mingo di dalam kotak penalti. Keputusan tersebut meÂmicu protes dari kubu Semen Padang, bahkan peÂlatih Dejan Antonic harus menerima kartu kuning.
Ze Valente yang dipercaya sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan baik. Meski arah tendangannya sempat terbaca oleh Arthur Augusto, bola tetap meluncur masuk ke gaÂwang pada menit ke-64. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan ini.
Unggul satu gol, PSIM terus mengendalikan jalannya laga. Ze Valente keÂmbali memperoleh peluang pada menit ke-76 untuk menggandakan keunggulan, namun tembakannya masih terlalu lemah. Hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan tercipta dan PSIM memastikan kemenangan 1-0.
Tambahan tiga poin ini membawa PSIM YogÂyaÂkarta naik ke peringkat keenam klasemen Super League dengan koleksi 27 poin dari 16 pertandingan. Sementara itu, Semen PaÂdang masih tertahan di zona degradasi, tepatnya di posisi ke-16 dengan raihan 10 poin. (rom)













