BERITA UTAMA

Makam di TPU Tunggul Hitam Tenggelam

3
×

Makam di TPU Tunggul Hitam Tenggelam

Sebarkan artikel ini
SUNGAI MELUAP— Kondisi makam di TPU Tunggul Hitam yang tergenang banjir akibat luapan Sungai Batang Kuranji.

PADANG, METROTempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Kota Padang, kembali terendam banjir akibat luapan sungai setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wila­yah tersebut selama dua hari berturut-turut, sejak Kamis malam (1/2)  hingga Jumat malam (2/1).

Genangan air setinggi 30 hingga 80 sentimeter menutup area pemakaman, membuat ratusan nisan tak lagi terlihat dan memicu kecemasan warga sekitar. Hingga Jumat sore (2/1/2026) sekitar pukul 17.35 WIB, banjir menggenangi hampir seluruh area TPU Tunggul Hitam. Air berwarna keruh menutup permukaan tanah pemakaman, menciptakan pemandangan yang menyerupai hamparan air luas.

Luapan Sungai Batang Kuranji tidak hanya merendam area pemakaman, tetapi juga menjalar ke kawasan permukiman dan ruas jalan utama di sekitar Tunggul Hitam. Akses tran­sportasi yang menghu­bungkan Simpang Tunggul Hitam menuju Dadok Tunggul Hitam dan Kurao Pagang ikut terdampak, dengan genangan air setinggi 40 hingga 50 sentimeter.

Warga setempat me­nye­butkan bahwa kenaikan debit air terjadi cukup cepat sejak Jumat pagi. Nedya (39) mengatakan hujan yang turun tanpa jeda sejak malam sebelumnya menjadi pemicu utama meluapnya Sungai Batang Kuranji hingga masuk ke area pemakaman.

“Hujan tak henti sejak semalam menjadi pemicu utama. Air luapan sungai masuk ke area pemakaman dan terus meninggi karena aliran dari hulu sangat deras,” tuturnya.

Situasi ini meningkatkan kewaspadaan warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Batang Kuranji, khususnya di Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara. Warga mulai melakukan langkah mitigasi mandiri dengan memindahkan ba­rang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Putri (34), salah seorang warga terdampak, mengungkapkan bahwa air luapan sungai telah masuk ke dalam rumahnya setinggi mata kaki.

“Kami sangat cemas melihat arus deras ini. Saat ini perabotan rumah tangga sudah kami naikkan ke tempat yang lebih tinggi sebagai antisipasi jika debit air terus meningkat,” ungkapnya. (*)