METRO SUMBAR

Tinjau Pengungsian Korban Bencana di Bayang Utara, 306 Jiwa Hingga Kini Masih Bertahan di Pengungsian

1
×

Tinjau Pengungsian Korban Bencana di Bayang Utara, 306 Jiwa Hingga Kini Masih Bertahan di Pengungsian

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI PENGUNGSI— Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama masyarakat pengungsi saat meninjau langsung lokasi pengungsian,di Taratak Teleang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (1/1). Saat ini, tercatat sebanyak 115 kepala keluarga dengan total 306 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian.

PESSEL, METRO–Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung lo­kasi pengungsian korban bencana di Taratak Teleang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (1/1). Saat ini, tercatat sebanyak 115 kepala keluarga dengan total 306 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian.

Dalam kunjungan ter­sebut, Gubernur Mahyeldi berdialog dengan para pengungsi serta petugas di lapangan untuk memastikan kondisi warga dan perkembangan penanganan pascabencana berjalan sesuai rencana. Berdasarkan laporan petugas, seluruh pengungsi telah terdata dengan baik.

Menanggapi hal itu, Mahyeldi menyampaikan bahwa pemerintah daerah mulai membangun hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. Huntara yang direncanakan berukuran tipe 36 tersebut ditargetkan dapat segera dimanfaatkan oleh pengungsi.

“Kita mulai memba­ngun huntara agar masya­rakat bisa tinggal lebih la­yak sambil menunggu hunian tetap. Targetnya, pem­bangunan ini bisa selesai dalam waktu dekat,” ujar Mahyeldi.

Selain huntara, pemerintah juga menyiapkan pembangunan hunian te­tap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak berat atau tersapu banjir dan tidak lagi layak dihuni. Pembangunan huntap akan disesuaikan dengan ke­tersediaan lahan, baik mi­lik warga maupun lahan yang disiapkan pemerintah.

Baca Juga  H. Darizal Basir : Tanamkan Pancasila dan UUD 1945 di Kehidupan Sehari-hari

Mahyeldi menjelaskan, selama berada di huntara, seluruh kebutuhan pe­ngungsi akan dipenuhi o­leh pemerintah. Sementara itu, bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau kerabat, pemerintah akan memberikan santunan bulanan.

“Selama di huntara, kebutuhan dasar pengungsi kita pastikan terpenuhi. Bagi yang tinggal di rumah keluarga, akan kita bantu dengan santunan setiap bulan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan perbaikan infrastruktur terdam­pak bencana, seperti jalan, jembatan, rumah ibadah, rumah warga, hingga sawah yang rusak. Perbaikan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.

Sesuai arahan Pre­si­den, pemerintah bertanggung jawab membangun kembali rumah warga yang mengalami rusak berat atau tersapu banjir. Sementara untuk rumah dengan kategori rusak sedang dan ringan, pendataan dilakukan oleh BNPB, dengan besaran bantuan masing-masing Rp30 juta untuk rusak sedang dan Rp15 juta untuk rusak ringan.

“Memang bantuan ini belum sepenuhnya mencukupi, tetapi ini bentuk perhatian dan komitmen pemerintah. Selain itu, ada juga dukungan lain seperti relaksasi perbankan dan bantuan tambahan dari Kementerian Sosial,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga  Satpol PP Padang­panjang Tertibkan PKL yang Berjualan di Trotoar

Dalam kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi juga memastikan ketersediaan logistik pengungsi, khususnya kebutuhan makanan, dalam kondisi aman. Ia menegaskan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak merupakan bentuk empati dan komitmen untuk bersama-sama menghadapi musibah.

“Kehadiran pemerintah di sini adalah untuk memastikan masyarakat tidak sendiri menghadapi bencana ini. Kita akan terus bersama warga sampai kondisi benar-benar pulih,” tegasnya.

Selain meninjau pengungsian, Mahyeldi turut memastikan kondisi jalan, aliran sungai, sekolah, serta puskesmas yang terdampak agar dapat segera difungsikan kembali.

Dalam kunjungan ter­sebut, Gubernur Mahyeldi didampingi sejumlah pejabat Pemprov Sumbar dan Kabupaten Pesisir Selatan, di antaranya Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi, Kepala Dinas BMCKTR Sumbar Armi, Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar Nolly Eka Mar­dianto, Kepala Dinas Sosial Sumbar Syaifullah, Sekda Kabupaten Pesisir Selatan Zainal Arifin, Asisten Ekonomi dan Pembangu­nan Kabupaten Pesisir Selatan Adi Susilo, serta Kalaksa BPBD Kabupaten Pesisir Selatan Mulyandri Dt. Rajo Intan. (fan)