DI usianya yang ke-51 pada Selasa, 30 Desember 2025, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang dihadapkan pada cobaan dan tantangan yang cukup berat.
Bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang sejak 21-27 November 2025 telah meluluhlantakkan infrastruktur Instalasi Pengolahan Air (IPA). Dampaknya, distribusi air bersih kepada masyarakat terputus akibat hampir seluruh intake tertimbun lumpur dan material hanyut dari arus sungai.
Walau hujan deras dan air sungai besar, petugas berjibaku melakukan perbaikan, melakukan pengurasan sedimentasi yang masuk ke intake dan membersihkan material lumpur. Mereka bekerja siang dan malam tanpa kenal lelah. Semua dilakukan demi percepatan normalisasi distribusi air bersih ke tengah masyarakat.
Truk-truk tangki air pun dikerahkan melayani kebutuhan air bersih masyarakat di seluruh kecamatan di Kota Padang. Truk-truk ini hilir mudik di jalan-jalan Kota Padang, masuk ke komplek-komplek serta pemukiman, membawa air bersih ke rumah warga.
Tidak dipungkiri, air adalah kebutuhan hidup manusia. Air bisa menjadi bencana, bisa menjadi penghidupan. Di tengah bencana banjir dan banjir bandang yang melanda Kota Padang, Perumda AM Padang berjuang memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat. Dalam kondisi apapun, selalu berjuang. Semua karena seruan dari hati.
Perjuangan dan kerja keras itu mulai membuahkan hasil. Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal mengatakan, perlahan, distribusi air bersih ke rumah masyarakat mulai pulih. Bahkan, distribusi air bersih sudah mencapai 98 persen pelanggan.
Namun, di saat mulai pulih, banjir dan banjir bandang itu datang lagi. Hingga kini, 2 Januari 2026, meski banjir dan banjir bandang terus menerjang Kota Padang tanpa henti, Perumda AM Kota Padang masih terus berjuang mengatasi krisis air bersih ini. Entah sampai kapan? Berjuang mewujudkan asa masyarakat. (**)





