PESSEL METRO–Sebanyak 4.191 pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemkab Pesisir Selatan, diambil sumpah jabatan di GOR Ilyas Yakub Rawang Painan, Kecamatan IV Jurai, Selasa (30/12). Pengambilan sumpah jabatan dilakukan Bupati Hendrajoni dan dihadiri Wabup Risnaldi Ibrahim.
Bupati Hendrajoni menegaskan bahwa pengangkatan PPPK paruh waktu dilakukan melalui pertimbangan yang matang di tengah keterbatasan anggaran daerah. Namun demikian, pemerintah daerah tetap berupaya menghadirkan kebijakan yang berkeadilan dan berpihak pada keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Hendrajoni, kebijakan tersebut juga merupakan bentuk penghargaan terhadap para pegawai yang telah lama mengabdi dan menjadi bagian penting dari roda pemerintahan daerah. Ia menekankan bahwa pengabdian dan loyalitas harus dibalas dengan kebijakan yang manusiawi dan bertanggung jawab.
Dari total 4.191 PPPK yang dilantik, terdiri atas 687 tenaga kesehatan, 1.158 tenaga guru, dan 2.346 tenaga teknis. Jumlah tersebut mencerminkan kebutuhan riil pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pelayanan dasar dan administrasi pemerintahan.
Bupati Hendrajoni menegaskan bahwa status PPPK bukan sekadar formalitas, melainkan menuntut kinerja, disiplin, profesionalisme, dan akuntabilitas. Ia mengingatkan seluruh PPPK agar bekerja sungguh-sungguh, mematuhi peraturan perundang-undangan, serta menjaga nama baik institusi dan pemerintah daerah.
Secara khusus, Bupati berpesan kepada tenaga kesehatan agar menjadi garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan pelayanan yang humanis dan beretika. Kepada tenaga guru, ia menitipkan masa depan generasi Pesisir Selatan melalui pendidikan yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan moral.
Pelantikan ini disambut penuh haru oleh para PPPK yang dilantik, salah satunya Indrianto (29), pegawai di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pesisir Selatan.
Indrianto mengaku telah mengabdi selama 10 tahun sebagai tenaga honorer sebelum akhirnya dilantik sebagai PPPK paruh waktu.
Dengan mata berkaca-kaca, Indri menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan pemerintah daerah. Menurutnya, pelantikan ini menjadi bentuk pengakuan atas kerja keras dan pengabdian yang selama ini dijalani dengan penuh kesabaran.
“Alhamdulillah, setelah 10 tahun mengabdi, akhirnya hari ini dilantik. Ini bukan hanya tentang status, tetapi tentang harapan dan kepastian untuk masa depan,” ujar Indrianto.
Ia menuturkan bahwa selama bertahun-tahun bekerja, dirinya tetap berusaha menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab meski dalam keterbatasan. Pelantikan sebagai PPPK paruh waktu menjadi motivasi besar untuk meningkatkan kinerja dan dedikasi.
Indri berharap pemerintah daerah ke depan terus memperjuangkan kesejahteraan pegawai serta membuka peluang peningkatan status bagi PPPK yang menunjukkan kinerja baik. Ia juga berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (rio)






