BERITA UTAMA

Tim UPI YPTK Padang Kerahkan Tim Psikologis ke Lokasi Bencana, 1000 Lebih Korban Terdampak Mendapatkan Penanganan

0
×

Tim UPI YPTK Padang Kerahkan Tim Psikologis ke Lokasi Bencana, 1000 Lebih Korban Terdampak Mendapatkan Penanganan

Sebarkan artikel ini
PEMULIHAN PSIKOLOGIS— Sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan psikologis korban bencana banjir dan tanah longsor, Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang menurunkan.

PADANG, METRO–Sebagai bentuk kepe­dulian terhadap pemulihan psikologis korban bencana banjir dan tanah longsor, Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang menurunkan tim pendam­pingan ke wilayah terdampak di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.

Selama beberapa hari terakhir, tim yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan tenaga profesional tersebut aktif memberikan pendampingan psikologis kepada siswa, orang tua wali, guru, serta masya­rakat terdampak bencana. Kegiatan ini menyasar ling­kungan sekolah dan pemukiman warga yang terdampak langsung musibah banjir dan longsor.

Pendampingan dipim­pin langsung oleh Ketua Tim Pelaksana Pendampingan Bencana, Herry Theozar Fikri, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Ia didampingi oleh Dr. Mardison, Omia Crefioza, serta dua tenaga ahli lainnya, yakni Prof. Dr. Yuhandri dan Rina Mariana.

“Alhamdulillah, hingga saat ini lebih dari 1.000 warga terdampak telah men­dapatkan layanan pendampingan pemulihan psi­kologis,” ujar Herry Theozar Fikri kepada Posmetro, kemarin.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang rutin dilakukan UPI YPTK Padang, khususnya dalam situasi darurat bencana. Fokus utama pendampi­ngan adalah membantu pe­mulihan kondisi psiko­logis anak-anak dan masya­rakat yang menga­lami trauma pascabencana.

Baca Juga  Ada Gugatan Demokrat dan Nasdem, KPU Batal Tetapkan Perolehan Kursi dan Caleg Terpilih DPR 2024-2029

Selain pendampingan kepada anak-anak, para guru dan orang tua juga diberikan pembekalan khu­sus agar mampu mendampingi anak dalam meng­hadapi dampak psi­kologis setelah bencana banjir. Pembekalan ini dinilai penting agar proses pemulihan dapat berlanjut secara berkelanjutan di lingkungan keluarga dan sekolah.

“Selama Desember 2025, kegiatan pendampi­ngan ini juga diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif yang disesuaikan dengan kondisi anak-anak,” jelas Herry.

Secara keseluruhan, kegiatan ini telah menjang­kau hampir 600 siswa, sekitar 200 orang tua, 50 guru, serta masyarakat terdampak lainnya. Di sekolah-sekolah, tim memberikan materi Psychological First Aid (PFA) kepada para guru agar mampu mengenali perubahan perilaku siswa dan memberikan bantuan awal yang tepat.

“Pendekatan ini pen­ting karena perubahan perilaku pascabencana da­pat memengaruhi proses belajar anak di sekolah,” tambahnya.

Baca Juga  Tak Jera, Residivis kembali Edarkan Sabu

Tak hanya memberikan pendampingan psikososial, tim UPI YPTK Padang juga menyalurkan bantuan be­rupa perlengkapan sekolah dan snack sehat bagi siswa tingkat TK dan SD sebagai bentuk dukungan pemulihan secara menyeluruh.

Herry Theozar Fikri menjelaskan, kegiatan ini diinisiasi langsung oleh Universitas Putra Indonesia YPTK Padang dengan melibatkan dosen, mahasiswa, serta para psikolog profesional. Program ini juga mendapat dukungan melalui hibah Program Kre­ativitas Mahasiswa (PKM) Tanggap Darurat Bencana untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Tahun Anggaran 2025.

Hibah tersebut diberikan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Melalui pendampi­ngan ini, kami berharap trauma yang dialami warga, khususnya di Kecamatan Nanggalo, dapat berangsur pulih sehingga mereka kembali optimis, bangkit, dan menjalani aktivitas secara normal,” tu­tup Herry Theozar Fikri. (ped)