PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman, Yota Balad menerima kunjungan kerja Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI, Idha Widi Arsanti, di Pendopo Walikota Pariaman.
Pertemuan strategis ini membawa kabar baik bagi keberlangsungan sektor pertanian di Kota Pariaman, khususnya terkait kesejahteraan tenaga penyuluh.
Wako Yota Balad, menyambut baik kebijakan ini. Beliau menegaskan bahwa pengalihan beban gaji ke pusat akan memberikan ruang fiskal yang lebih lega bagi APBD kota untuk dialokasikan pada program pembangunan pertanian lainnya. “Kami sangat mengapresiasi kebijakan Kementan ini. Dengan transformasi status gaji ini, para penyuluh kita akan memiliki kepastian kesejahteraan yang lebih baik. Ini adalah bentuk penghargaan nyata bagi ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan,” ujarnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Pariaman memilih 34 orang penyuluh pertanian yang selama ini digaji oleh APDB Kota Pariaman dan terbagi di empat kecamatan yang ada di Kota Pariaman. Masing – masing desa/kelurahan ditugaskan 2 atau 3 orang penyuluh tergantung luas lahan pertanian di Kota Pariaman. “Semoga dengan transformasi status gaji ini, penyuluh pertanian akan bekerja jauh lebih maksimal lagi dan banyak melahirkan inovasi sehingga pertanian di Kota Pariaman akan lebih berkembang dan maju lagi, “ ungkapnya.
Kunjungan Kepala BPPSDMP Kementan RI juga disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pariaman, Afrizal Azhar, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Marlina Sepa dan 34 Penyuluh Pertanian Kota Pariaman.
Sementra itu, Kepala BPPSDMP Kementan RI, Idha Widi Arsanti saat melakukan kunjungan menyampaikan poin krusial mengenai kebijakan baru dari Kementerian Pertanian. Mulai Tahun 2026, status penggajian seluruh penyuluh pertanian di Kota Pariaman akan ditanggung langsung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan).
“Langkah ini diambil untuk menyeragamkan standar kesejahteraan penyuluh di seluruh Indonesia serta memastikan fokus kerja para penyuluh tetap optimal dalam mendampingi petani tanpa terhambat kendala anggaran di tingkat daerah. Tidak hanya itu, tepat Tanggal 7 Januari 2026 nanti, Menteri Pertanian akan melakukan launching Swasembada Pangan Indonesia. Dimana pada kesempatan tersebut, akan menghadirkan seluruh Penyuluh Pertanian dan mereka akan diberi arahan langsung oleh Pak Menteri terkait bagaimana kedepannya Penyuluh Pertanian bergerak untuk mewujudkan program Swasembada pangan ini, “ ungkapnya.
Selain membahas administratif penggajian, kunjungan ini juga menyoroti pentingnya pengembangan kapasitas SDM. Seiring dengan pengalihan gaji, Kementan juga akan memperketat monitoring kinerja dan memberikan pelatihan berkelanjutan bagi para penyuluh. Tidak hanya itu, Kementan juga akan memberikan hal – hal lain untuk menunjang kinerja penyuluh pertanian di Kota Pariaman.
“Tujuannya bukan sekadar memindahkan pos anggaran, tapi memastikan bahwa setiap penyuluh memiliki kompetensi yang mumpuni untuk membawa petani kita menuju pertanian modern yang mandiri dan berdaya saing,” ujarnya mengakhiri. (efa)






