PASAMAN, METRO—Sebuah bangunan bekas Kantor Wali Nagari Tanjung Betung, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman, dilalap si jago merah pada Kamis (25/12) dini hari. Kebakaran tersebut terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap tidur.
Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.45 WIB. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan lama kantor wali nagari yang berada di Jorong Kauman.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pasaman, Etriwaldi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan laporan pertama diterima dari pihak kepolisian setempat.
“Regu A menerima laporan dari anggota Polsek Rao bahwa telah terjadi kebakaran pada bangunan lama Kantor Wali Nagari Tanjung Betung di Jorong Kauman,” ujar Etriwaldi, Kamis pagi.
Menindaklanjuti laporan itu, petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Sebanyak 12 personel diturunkan untuk menangani kebakaran tersebut.
“Kami mengerahkan dua unit armada, masing-masing satu unit mobil Fuso dan satu unit mobil Engkel,” jelasnya.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan. Api diketahui telah menghanguskan bangunan lama kantor wali nagari yang saat ini difungsikan sebagai gudang toko bangunan.
Menurut Etriwaldi, api sempat menjalar dan mengancam bangunan lain di sekitarnya, termasuk sebuah taman kanak-kanak yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
“Petugas langsung memutus aliran api yang sudah menjilat bagian lisplang bangunan taman kanak-kanak di sekitar lokasi,” katanya.
Bangunan yang terbakar diketahui merupakan aset milik Kenagarian Tanjung Betung. Bangunan tersebut dikontrakkan kepada seorang warga bernama Haji Hen dan digunakan sebagai gudang penyimpanan bahan bangunan.
Isi gudang antara lain berupa kayu, triplek, semen, serta besi. Akibat kebakaran tersebut, hampir seluruh bangunan beserta isinya hangus terbakar.
“Material besi masih bisa diselamatkan, sementara bahan bangunan lainnya ludes terbakar,” ungkap Etriwaldi.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung cukup lama mengingat banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang. Api baru benar-benar berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.30 WIB.
Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan berat dengan estimasi kerugian mencapai Rp200 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (rom)






