SOLOK, METRO–Bupati Solok Jon Firman Pandu mendatangi Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat. Kunjungan itu sebagai upaya memperkuat koordinasi dan sinergi pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor permukiman dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Jon Firman Pandu menyampaikan, Kabupaten Solok tercatat menerima bantuan dana sebesar Rp 137 miliar dari BPBPK Sumatera Barat untuk penanganan dan pengembangan SPAM di sejumlah wilayah terdampak.
“Bantuan tersebut merupakan langkah transisi pascabencana yang dialami Kabupaten Solok. Dan ini lanjutnya sebagai upaya pemulihan layanan dasar bagi masyarakat, terutama akses terhadap air bersih yang terdampak akibat bencana,” ungkap Bupati Jon Firman Pandu.
Dikatakan Jon Firman Pandu bahwa program ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur vital di daerah. Adapun SPAM yang mendapatkan dukungan pendanaan tersebut meliputi, SPAM Unit Saniang Baka – Koto Sani, SPAM Kubung, SPAM Surian – Lolo, SPAM Talang Babungo, SPAM Junjung Sirih dan SPAM Guguak.
Dia menegaskan bahwa bantuan ini sangat strategis dalam memastikan keberlanjutan pelayanan air minum bagi masyarakat, sekaligus mendukung pemulihan sosial dan ekonomi daerah pascabencana.
Ia berharap seluruh program dapat dilaksanakan secara optimal, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Jon Firman Pandu, pihak BPBPK Sumatera Barat menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Solok melalui pendampingan teknis serta penguatan program penataan bangunan, prasarana, dan kawasan. “Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara Pemerintah Kabupaten Solok dan BPBPK Sumatera Barat dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang tangguh, berkelanjutan, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan masyarakat,” tuturnya. (vko)






