LIMAPULUH KOTA, METRO–Tim gabungan Unit Reskrim Polsek Guguak, Opsnal Satreskrim serta Unit Intel Polres 50 Kota terus memaksimalkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian Buk Guru Lidia (61), warga Jalan Tan Malaka Jorong VII Koto Talago Kecamatan Guguak Kabupaten Limapuluh yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa didepan rumahnya, Jumat (19/13) sekitar pukul 06.00 Wib.
Polisi menyebut telah melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang untuk dimintai keterangan terkait kematian korban yang merupakan Pensiunan ASN itu. Hingga saat ini, tim gabungan masih terus menyebar di lapangan untuk mengungkap peristiwa itu.
“ Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang untuk mengungkap kasus ini, juga mengumpulkan barang bukti (BB) terkait kematian korban,”ucap Kapolres 50 Kota, AKBP. Syaiful Wachid melalui Kapolsek Guguak, AKP. Doni Prama Dona didampingi Kasat Reskrim, IPTU. Repaldi, Selasa (23/12) di mapolres 50 Kota Kawasan Ketinggian Kecamatan Harau.
Meski tidak menyebut siapa saja yang telah diminta keterangan terkait kematian mantan guru SMK N 1 Guguak dan SMK N 1 Payakumbuh (SMEA Negeri) itu, Kapolsek menyebut bahwa barang bukti yang dikumpulkan diantaranya pakaian korban, mukenah dan lainnya.
“ Kami juga kumpulan barang bukti terkait kematin korban , salah satunya pakaian, mukenah dan lainnya,”tambah AKP. Doni.
Sementara terkait hasil autopsi terhadap jenazah korban yang dilakukan beberapa waktu lalu, hingga kini masih menunggu.
“ Hasil autopsi kemarin belum keluar, tapi hasil visum luar, diduga ada tanda-tanda kekerasan, untuk pelaku, kami masih melakukan penyelidikan mendalam, anggota masih meyebar di lapangan,”tambahnya.
Sementara, Busnidar, mantan rekan sesama guru Buk Guru Lidia di SMK N 1 Payakumbuh, meyebut bahwa almarhumah Lidia dikenal sebagai sosok yang tidak banyak bicara dan baik. “Saya mengetahui korban meninggal dunia dari group WhatsApp, beliau tidak banyak bicara dan merupakan orang baik dan pandai berteman,”ucap Busnidar saat melayat kerumah duka. (uus)






