AGAM, METRO–Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, mendampingi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Yuliot Tanjung, dalam kunjungan kerja ke Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Rabu (24/12).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) pascabencana di wilayah Sumatera, sekaligus meninjau langsung kondisi abrasi pantai yang semakin mengkhawatirkan di Jorong Masang, Nagari Tiku V Jorong.
Dalam kunjungan itu, sejumlah warga menyampaikan aspirasi kepada Wamen ESDM agar pembangunan batu pemecah ombak atau groin di kawasan pesisir Tiku dapat dilanjutkan. Warga khawatir abrasi yang terus terjadi akan semakin meluas dan menggerus daratan jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.
Warga menuturkan, pembangunan pengaman pantai memang telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Namun, hingga kini belum sepenuhnya menutup bibir pantai yang rawan abrasi. Akibatnya, gelombang laut masih leluasa menghantam daratan dan mengancam permukiman serta fasilitas warga.
Menanggapi aspirasi masyarakat, Wamen ESDM Yuliot Tanjung, yang juga merupakan putra daerah Tiku V Jorong, meminta Pemerintah Kabupaten Agam untuk segera mengusulkan proposal lanjutan pembangunan pengaman pantai kepada pemerintah pusat.
“Usulkan saja proposalnya, Pak Wabup. Kita usahakan bisa melanjutkan pembangunan groin sekitar dua hingga tiga kilometer lagi, sesuai kebutuhan dan kondisi lokasi,” ujar Yuliot.
Arahan tersebut langsung direspons Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam akan segera menyiapkan dan mengajukan proposal kelanjutan pembangunan groin, mengingat kawasan pesisir Tiku V Jorong merupakan wilayah yang sangat rentan terhadap abrasi.
“Kita akan segerakan proposalnya. Lokasi ini sangat rawan abrasi dan membutuhkan penanganan cepat. Dukungan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan karena anggaran yang diperlukan cukup besar,” ungkapnya.
Menurut Muhammad Iqbal, perhatian langsung dari Wamen ESDM menjadi peluang besar bagi Kabupaten Agam, khususnya masyarakat pesisir Tiku V Jorong, untuk mendapatkan perlindungan pantai yang lebih maksimal. Upaya ini dinilai penting guna menjaga keselamatan warga, melindungi permukiman, serta menjamin keberlanjutan wilayah pesisir di masa mendatang. (pry)






