PAYAKUMBUH, METRO –Menindaklanjuti aspirasi pedagang di Kawasan Batang Agam atau BWS V di Kecamatan Payakumbuh Barat terkait pemindahan lokasi Carr Free Day (hari tanpa kendaraan), Pimpinan DPRD Kota Payakumbuh meyebut bakal melakukan rapat kerja dengan OPD yang terkait dengan pelaksanaan Car Free Day.
Menurut Ketua DPRD, pihaknya akan Rapat Kerja untuk mempertanyakan dasar OPD melaksanakan Car Free Day di Kawasan Batang Agam, sebab sesuai harapan bersama, Car Free Day harusnya di jalan utama.
“Mungkin kita akan mengadakan rapat kerja dengan OPD yang terkait dengan Car Free Day, apakah itu Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan dan lainnya, kami akan panggil dalam Rapat Kerja, apa yang mendasari Car Free Day di Batang Agam,” ucap Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, pekan lalu.
Politisi Partai Golkar itu juga menambahkan, sesuai harapan bersama, Car Free Day seharusnya di jalan utama. “Sesuai harapan kita bersama kemarin, Car Free Day seharusnya di Jalan Utama,” sebutnya.
Sebelumnya dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Payakumbuh yang digelar 11 November 2025, Fraksi Partai Golkar menilai pelaksanaan Car Free Day menimbulkan keresahan bagi pelaku UMKM (pedagang) karena menganggu akses menuju lokasi Batang Agam. “Belum, belum ada (direspon) Pemerintah Daerah terkait yang disampaikan Fraksi Partai Golkar terkait keresahan pelaku UMKM,” tambahnya.
Wirman berharap agar pelaku UMKM (pedagang) di Kawasan Batang Agam untuk tetap bersabar dan menunggu. “Kita berharap pedagang bersabar dulu sampai regulasi yang pasti dikeluarkan,” tutupnya.
Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Hurisna Jamhur menyebut bahwa sangat disayangkan jika jam 6 pagi tiap Sabtu dan Minggu jalan masuk bagi kendaraan telah ditutup ke kawasan Batang Agam, terutama bagi pedagang. “Sayang juga kalau jam 6 sudah ditutup, harusnya jam 7 masih dibolehkan masyarakat masuk untuk berjualan,” ucap Politik Partai Nasdem itu pekan lalu.
Meski menyayangkan jam 6 akses pedagang masuk ke kawan Batang Agam, telah ditutup, Hurisna Jamhur menyebut bahwa mungkin Pemerintah Daerah melalui OPD terkait punya pertimbangan tersendiri terkait penutupan akses masuk bagi kendaraan itu.
“Mungkin Pemerintah punya pertimbangan kenapa itu (Car Free Day) dilakukan di Batang Agam, dan ditutup jam 6 pagi. Saran saya, pedagang untuk lebih cepat saja datangnya, sehingga tidak terkendala akses masuk,” tutupnya. Beberapa tahun sebelumnya Car Fre Day dipusatkan di Jalan Soekarno-Hatta Kawasan Koto Nan IV Kecamatan Payakumbuh Barat. (uus)






