BERITA UTAMA

6 Korban Galodo yang Dimakamkan Massal Berhasil Teridentifikasi, Wakapolda Sumbar: Berdasarkan Uji Pencocokan DNA

0
×

6 Korban Galodo yang Dimakamkan Massal Berhasil Teridentifikasi, Wakapolda Sumbar: Berdasarkan Uji Pencocokan DNA

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN SERTIFIKAT— Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin menyerahkan sertifikat hasil identifikasi enam jenazah korban galodo kepada keluarga di RS Bhayangkara Padang.

PADANG, METRO–Identitas enam jenazah korban bencana banjir bandang yang sudah dimakamkan secara massal beberapa waktu lalu, berhasil diungkap oleh Tim DVI Polda Sumbar lewat uji pencocokan DNA di Labora­to­rium Pusdokkes Polri.

Pada Senin (22/12), Pol­da Sumbar resmi menye­rah­kan sertifikat identifikasi ke­pada ke­luar­ga korban di Rumah Sakit (RS) Bha­yang­kara Padang. Dari enam jenazah yang sudah me­miliki nama ini, satu di an­taranya dilakukan pemin­da­han makam atas per­min­taan keluarga.

Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, mengatakan, dari total 28 je­nazah yang sebelumnya be­lum teridentifikasi, enam di antaranya kini telah memiliki nama. Hasil ini didapat setelah Pusdokkes Polri berhasil me­ncocokkan data antemortem dari pihak keluarga dengan data postmortem dari jenazah.

“Dari hasil uji tersebut, enam jenazah berhasil diidentifikasi. Tingkat keakuratannya mencapai 99 persen. Kami memahami betapa berharganya kepastian ini bagi keluarga yang ditinggalkan,” kata Brigjen Pol Solihin.

Brigjen Pol Solihin merinci, keenam jenazah yang identitasnya sudah diketahui itu, tiga di antaranya dimakamkan di TPU Kabupaten Agam dan tiga lainnya di TPU Bungus Teluk Kabung. Pihaknya pun su­dah menerima hasil identifikasi enam jenazah pada Sab­tu kemarin.

“Berdasarkan kesepakatan dengan pihak keluarga, satu jenazah terpaksa dilakukan pembongkaran makam untuk dipindahkan ke kampung halaman di Kabupaten Tanah Datar. Sementara lima jenazah lainnya tetap dimakamkan di lokasi semula. Penyesuaian hanya dilakukan pada batu nisan,” jelas Brigjen Pol Solihin.

Adapun enam korban yang telah teridentifikasi tersebut terdiri atas empat laki-laki, yakni Simon Oscarmon, Karim, Rudi Afriko Putra, dan Tio Alamsyah, serta dua perempuan bernama Lydia Lestari dan Okta Nadifa.

“Jenazah yang makamnya akan dipindahkan ke Tanah Datar adalah Tio Alamsyah, seorang anak berusia tujuh tahun,” tutur dia.

Plt. Kabid Dokkes Polda Sumbar, AKBP dr Faisal, menegaskan bahwa kerja ke­manusiaan ini masih jauh dari kata selesai. Saat ini, tim DVI (Disaster Victim Identification) masih terus berupaya mengidentifikasi sisa korban yang ada.

“Masih ada 28 jenazah lagi yang kami upayakan, terdiri dari 12 laki-laki, 9 perempuan, serta 7 bagian tubuh (body part). Sampel DNA semuanya sudah di­kirim ke Pusdokkes Polri dan kami sedang menunggu hasil rekonsiliasi data,” jelas dr. Faisal.

Ia pun terus mengimbau masyarakat yang me­rasa kehilangan anggota keluarga untuk tetap menjalin komunikasi intensif dengan posko DVI.

“Keberhasilan identifikasi ini diharapkan dapat memberikan ketenangan batin bagi keluarga yang selama ini didera ketidakpastian,” tutupnya. (rgr)