PESSEL, METRO—Musibah kebakaran menelan korban jiwa di Kampung Koto, Nagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (22/12) pagi. Seorang warga lanjut usia bernama Syaiful Ikhlas (62) meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumahnya yang dilalap api.
Peristiwa kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh hubungan arus pendek (korsleting) listrik. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan satu unit rumah beserta seluruh isinya. Kerugian material ditaksir mencapai Rp200 juta.
Sekretaris Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 08.30 WIB. Tim pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
“Kami menerima laporan pada pukul 08.30 WIB. Regu Piket A segera bergerak ke lokasi dengan dua unit armada pemadam berkapasitas 4.000 liter dan 5.000 liter air,” ujar Dongki.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kebakaran pertama kali diketahui oleh Figo, warga yang tinggal tepat di depan rumah korban. Ia mendapat informasi dari orang tuanya bahwa rumah Syaiful Ikhlas terbakar.
“Saksi melihat api sudah menyala dari dalam rumah. Pintu dalam kondisi terbuka dan korban diketahui masih berada di dalam rumah,” ungkap Dongki.
Korban diketahui menderita penyakit stroke dan tidak dapat berjalan, sehingga tidak mampu menyelamatkan diri saat api membesar. Upaya saksi dan warga sekitar untuk menolong korban terhalang oleh kobaran api dan suhu panas yang semakin meningkat.
Api diduga berasal dari area tempat tidur korban. Kondisi rumah yang dipenuhi tumpukan kain, karena istri korban berprofesi sebagai tukang jahit, membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan.
Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, namun kobaran api sudah terlanjur besar. Sekitar 30 menit kemudian, petugas pemadam kebakaran tiba dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 09.15 WIB.
Setelah proses pemadaman, Tim Identifikasi Polres Pesisir Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban ditemukan dalam kondisi hangus terbakar dan langsung dievakuasi ke RSUD M. Zein Painan.
Diketahui, korban tinggal bersama istrinya. Namun saat kejadian, sang istri tidak berada di rumah karena masih dalam masa pemulihan pasca perawatan di rumah sakit dan menginap di rumah tetangga.
Atas kejadian tersebut, pihak Damkar mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi instalasi listrik di rumah, terutama pada bangunan lama.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” pungkas Dongki. (rio)






