PADANG, METRO—Semen Padang berhasil meraih kemenangan penting atas Persija Jakarta pada lanjutan BRI Super League 2025/2026. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Kabau Sirah menang tipis 1-0 dalam laga sarat drama yang diwarnai dua kartu merah dan keputusan VAR krusial.
Pertandingan Semen Padang vs Persija Jakarta digelar di Stadion H. Agus Salim, Padang, Senin (22/12) malam WIB. Atmosfer stadion terasa panas sejak kick-off, dengan kedua tim tampil agresif dan bermain dalam tempo tinggi.
Persija Jakarta langsung mengambil inisiatif serangan di awal laga. Macan Kemayoran beberapa kali mengancam pertahanan Semen Padang melalui bola mati dan pergerakan cepat dari lini sayap, meski belum membuahkan hasil.
Semen Padang tak tinggal diam. Tuan rumah mencoba membalas lewat serangan balik cepat, memanfaatkan celah di lini pertahanan Persija. Duel-duel fisik pun tak terhindarkan, membuat pertandingan berjalan keras namun menarik.
Petaka bagi Persija datang pada menit ke-37. Gelandang muda Figo Dennis menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran terhadap Irsyad Maulana. Keputusan wasit membuat Persija harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Unggul jumlah pemain, Semen Padang mulai meningkatkan intensitas serangan. Tekanan demi tekanan dilancarkan Kabau Sirah ke jantung pertahanan Persija. Salah satu peluang terbaik tercipta lewat sundulan Angelo Meneses, namun bola masih membentur mistar gawang.
Meski bermain dengan 10 orang, Persija menunjukkan mental kuat. Tim asuhan pelatih Macan Kemayoran tetap berani menguasai bola dan beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat yang merepotkan barisan belakang Semen Padang.
Babak pertama pun berakhir tanpa gol. Skor 0-0 mencerminkan ketatnya duel kedua tim yang sama-sama tampil disiplin meski Persija bermain pincang.
Memasuki babak kedua, Semen Padang tampil lebih agresif. Pelatih Dejan Antonic melakukan penyesuaian taktik untuk memaksimalkan keunggulan jumlah pemain, dengan lebih sering mengirim bola ke area kotak penalti lawan.
Persija tetap berusaha bertahan dengan rapat sembari mengandalkan serangan balik. Beberapa peluang sempat tercipta, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat gawang Semen Padang masih aman.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-83. Berawal dari serangan balik cepat, bola diarahkan ke area pertahanan Persija. Jordi Amat yang berusaha menghalau bola justru salah antisipasi, sehingga si kulit bundar berbelok masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut membawa Semen Padang unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Persija mencoba bangkit. Namun, situasi semakin sulit setelah mereka kembali kehilangan pemain di masa injury time. Fabio Calonego diganjar kartu merah usai menyikut pemain Semen Padang, keputusan yang diambil wasit setelah melakukan peninjauan VAR.
Drama memuncak di menit-menit akhir pertandingan. Persija sempat menjebol gawang Semen Padang lewat sepakan Maxwell Souza pada menit ke-100. Gol tersebut sempat memicu euforia pemain dan pendukung Persija.
Namun, kegembiraan itu tak bertahan lama. Setelah kembali mengecek VAR, wasit menganulir gol tersebut karena menilai Allano Lima lebih dulu melakukan pelanggaran dalam proses terciptanya gol. Keputusan itu memicu protes keras dari kubu Persija, tetapi skor tetap tidak berubah.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Semen Padang berhasil mempertahankan keunggulan 1-0. Kemenangan ini menjadi suntikan moral penting bagi Kabau Sirah dalam upaya menjauh dari zona degradasi.
Tambahan tiga poin membuat Semen Padang kini mengoleksi 10 poin dan naik ke peringkat ke-16 klasemen sementara Super League. Mereka hanya terpaut dua angka dari zona aman.
Sementara itu, kekalahan ini membuat Persija Jakarta gagal merebut kembali posisi kedua klasemen. Macan Kemayoran tertahan di peringkat ketiga dengan 29 poin, berada di bawah Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda. (rom)






