METRO PADANG

PT Semen Padang Bersihkan Hamparan Kayu Gelondongan di Pantai Parupuk, Wamenhut: Target 3 Hari Bersih!

0
×

PT Semen Padang Bersihkan Hamparan Kayu Gelondongan di Pantai Parupuk, Wamenhut: Target 3 Hari Bersih!

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI TUMPUKAN KAYU— Satu unit alat berat dari Semen Padang dan juga puluhan relawan dari Semen Padang Peduli dikerahkan untuk mengevakuasi tumpukan kayu gelondongan yang berserakan di pesisir Pantai Parupuk atau Pantai Morgan, akibat banjir bandang.

PADANG, METROWajah Pantai Padang yang biasanya cantik dengan deburan ombaknya sempat berubah suram. Pasalnya, pascabanjir bandang dahsyat yang terjadi akhir November lalu, kawasan pesisir Kota Padang, khususnya di Pantai Pasir Parupuk, Muara Ganting, Kecamatan Koto Tangah, tertutup hamparan material kayu gelondongan yang hanyut terbawa arus banjir hingga ke laut.

Merespons kondisi darurat tersebut, PT Semen Padang kembali menunjukkan tajinya sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Pada Minggu (20/12) pagi, anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG ini turun langsung dalam aksi gotong royong besar-besaran bersama pemerintah dae­rah, TNI/Polri, dan masya­rakat setempat untuk me­ngembalikan fungsi pantai dan urat nadi ekonomi nelayan.

Bukan sekadar bantuan seremonial, PT Semen Padang menurunkan ke­kuatan penuh. Puluhan re­lawan dari Semen Padang Peduli dikerahkan untuk mengevakuasi tumpukan kayu yang berserakan di pesisir pantai tersebut.

Tak hanya itu, untuk menangani batang pohon berukuran raksasa yang mustahil dipindahkan dengan tenaga manusia, perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara ini juga menerjunkan satu unit alat berat berupa ekskavator.

Aksi nyata ini ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki. Dalam kunjungannya, Wamenhut menga­presiasi sinergi yang ditunjukkan PT Semen Padang bersama TNI, Polri, peme­rintah daerah, dan masya­rakat.

“Kebersihan pantai pas­cabencana bukan ha­nya soal estetika, tapi soal tanggung jawab bersama. Kita hadir di sini untuk memastikan material kayu ini segera tertangani agar nelayan bisa kembali melaut dengan aman,” kata Roh­mat Marzuki.

Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada angkatan 1999 itu juga menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini tidak hanya dilakukan di Pantai Padang, tetapi juga digelar di daerah terdampak bencana seperti Aceh dan Sumatera Utara. Aksi ini juga digelar atas instruksi langsung dari Pre­siden dan Menteri Kehutanan.

“Kami menargetkan dalam 2 hingga 3 hari ke depan, area ini sudah bersih. Mari kita bersatu me­laksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi secepat mungkin agar ekonomi rakyat kembali berdenyut,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenhut juga menyampaikan satu hal yang menarik perhatian, yaitu kebijakan mengenai pemanfaatan kayu yang hanyut terbawa arus banjir hingga ke laut.

Kata dia, Kementerian Kehutanan telah menerbitkan surat edaran tertanggal 8 Desember 2025 yang mengizinkan pemanfaatan kayu tersebut untuk kebutuhan masyarakat ter­dampak bencana.

“Jadi, kayu-kayu ini dapat digunakan sebagai ma­terial pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap). Namun, kami memberi catatan penting, yaitu pemanfaatan kayu ini harus berada di bawah koordinasi dan pengawasan ketat pemerintah daerah serta aparat penegak hukum (APH) yang berkoordinasi dengan UPT Kementerian Kehutanan di Sumatera Barat. Ini agar prosesnya tertib dan tepat guna,” katanya.

Senada dengan Wamenhut, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan betapa krusialnya bantuan dari PT Semen Padang. Kata dia, selama hampir satu bulan ini, warga nela­yan di sepanjang garis pantai dari Pasir Parupuk hingga batas kota dekat Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terpaksa menyandarkan perahu mereka karena masih ba­nyaknya material kayu yang berada di pesisir pantai.

“Sudah hampir sebulan nelayan kita tidak bisa melaut karena lautnya tertutup kayu. Jika kayu ini tidak segera dibersihkan, dam­pak ekonominya akan semakin panjang. Makanya, kepedulian PT Semen Padang, TNI/Polri, dan ma­syarakat setempat sangat kami apresiasi. Mudah-mudahan dengan sema­ngat gotong royong ini pesisir pantai ini kembali se­perti semula,” kata Mahyeldi.

Terkait instruksi yang disampaikan soal pemanfaatan kayu yang hanyut terbawa arus banjir hingga ke pesisir pantai, Gubernur berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk korban terdampak bencana, tetap mematuhi instruksi tersebut agar proses eva­kuasi material kayu ini tidak terhambat oleh kendala teknis lainnya. “Mari kita jadikan ini perhatian bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino,  menyampaikan bahwa perusahaan akan selalu hadir di barisan terdepan saat bencana melanda. Selain itu, sinergi dalam aksi nyata ini sangat pen­ting untuk menunjukkan bahwa kolaborasi antara sektor industri dan pemerintah dapat menjadi solusi cepat dalam menangani dampak bencana yang kompleks.

“Keterlibatan kami da­lam aksi gotong royong bersih-bersih pantai dari material kayu ini merupakan bentuk komitmen kuat PT Semen Padang terhadap kepedulian pascabencana yang terjadi akhir November lalu. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran perusahaan memberikan dampak langsung, terutama dalam mempercepat pemulihan ruang publik dan akses ekonomi masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Win. (*/ren)