PADANG, METRO— Banjir yang melanda Kota Padang pada akhir November lalu membuat jalan banyak berlubang. Lubang menganga membahayakan para pengendara.
Untuk mengantisipasi jatuhnya korban dan makin buruknya kondisi jalan, sejak beberapa hari terakhir, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang telah melakukan penambalan (patching) jalan. Penambalan dilakukan di sejumlah titik.
“Kita sedang melakukan patching di jalan yang berlubang,” jelas Kadis PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, Senin (22/12).
Penambalan jalan berlubang ini dimulai sejak beberapa hari yang lalu. Penambalan jalan dilakukan di sejumlah titik. Seperti di jalan Seberang Padang (kuburan Turki), jalan Khatib Sulaiman, Raden Saleh, Simpang Haru, Bagindo Aziz Chan.
Kemudian di Jalan Hasanuddin, Jalan Proklamasi, dan Jalan Dr. Wahidin.
Tri Hadiyanto mengungkapkan, pihaknya tidak saja menambal lubang di lokasi itu saja. Akan tetapi akan menyasar di banyak titik.
“Kita akan terus melakukan penambalan hingga tutup tahun,” jelas Tri.
Direncanakan, penambalan jalan akan dilanjutkan pada tahun 2026 mendatang. Diharapkan, di seluruh jalan tidak ada lagi lubang yang menganga.
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta keselamatan masyarakat dalam beraktivitas, khususnya pascabanjir yang kerap menimbulkan kerusakan pada infrastruktur jalan di berbagai wilayah Kota Padang,” kata Tri.
Tri Hadiyanto juga menyampaikan permohonan maaf atas dampak yang mungkin ditimbulkan, terutama terkait arus lalu lintas yang tersendat selama proses pengerjaan patching atau penambalan jalan, terutama saat jam sibuk.
“Kami mohon maaf bila selama perbaikan arus lalu lintas terganggu. Namun semua ini demi kenyamanan bersama. Harapan kami masyarakat dan pengguna jalan bisa sedikit bersabar. Pekerjaan ini sedang berjalan supaya hasilnya maksimal, baik, dan bisa digunakan dengan nyaman ke depan,” pungkasnya. (ren)






