METRO SUMBAR

Untuk Warga Terdampak Bencana, Gubernur Mahyeldi Terima Bantuan Mesin Penjernih Air dari UNDIP

0
×

Untuk Warga Terdampak Bencana, Gubernur Mahyeldi Terima Bantuan Mesin Penjernih Air dari UNDIP

Sebarkan artikel ini
BANTUAN ALAT PENJERNIH AIR— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menerima bantuan satu unit mesin penjernih air bersih dari Universitas Diponegoro (UNDIP).

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat (Sumbar), Mahyeldi An­­sharullah menerima ban­­­tuan satu unit mesin penjernih air bersih dari Universitas Diponegoro (UNDIP) sebagai bentuk respons terhadap krisis air ber­sih pascabencana hi­dro­meteorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar. Bantuan tersebut diserahkan oleh Redy Fir­karlo, alumni UNDIP asal Padang, dan diterima langsung oleh Gubernur Mah­yeldi di Istana Gubernuran, Minggu (21/12).

“Bantuan ini sangat berarti bagi daerah yang terdampak bencana, khususnya wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, kebera­da­an mesin penjernih air ini akan sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan dampak bencana, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar ma­sya­rakat terdampak.

Baca Juga  Imral Adenansi: Pemekaran Kabupaten Pessel Setuju, Lebih Untuk Kemanusian

“Inovasi teknologi ini mampu mengolah air ke­ruh menjadi air bersih untuk kebutuhan sanitasi ri­buan pengungsi. Ini sangat membantu dalam situasi darurat,” tambahnya.

Gubernur Mahyeldi ju­ga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Diponegoro beserta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian kepada mas­ya­rakat di Sumbar.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan masyarakat, kami me­ngucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan ini. Semoga menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” ucapnya.

Sementara itu, Redy Firkarlo menjelaskan bahwa mesin penjernih air (water purifier) tersebut merupakan teknologi ber­ka­pasitas tinggi yang di­ran­cang untuk digunakan di daerah terdampak bencana dan wilayah terpencil.

Baca Juga  Ketua TP-PKK Lantik Ketua PKK Lima Kaum

“Mesin ini mampu me­ngo­lah air keruh menjadi air bersih untuk kebutuhan sanitasi, bahkan dapat di­proses lebih lanjut menjadi air layak minum, dengan kapasitas produksi sekitar 2.000 hingga 5.000 liter per jam atau mencapai 120.000 liter per hari,” jelas Redy.

Ia menambahkan, me­sin penjernih air senilai Rp100 juta tersebut di­proyeksikan mampu melayani kebutuhan air bersih hingga 5.000 orang per hari, khususnya bagi para pengungsi dan korban banjir bandang di wilayah yang mengalami kesulitan akses air bersih.

Selain Sumatera Barat, Redy juga menyampaikan bahwa dua unit mesin penjernih air serupa direncanakan akan disalurkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara. (fan)