METRO PADANG

Gubernur dan Wamehut Bersihkan Tumpukan Kayu di Pantai Morgan Tabing, Nelayan Aman Melaut dan Pulihkan Perekonomian Masyarakat Pesisir Pascabanjir

0
×

Gubernur dan Wamehut Bersihkan Tumpukan Kayu di Pantai Morgan Tabing, Nelayan Aman Melaut dan Pulihkan Perekonomian Masyarakat Pesisir Pascabanjir

Sebarkan artikel ini
TUMPUKAN KAYU DI PANTAI MORGAN— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, bersama Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, memimpin langsung goro membersihkan tumpukan material kayu dan sampah di kawasan Pantai Morgan, Kelurahan Parupuak Tabiang, Kota Padang, Sabtu (20/12).

TABING, METROPemprov Sumbar bersama Kementerian Kehutanan menggelar aksi gotong royong membersihkan tumpukan material kayu dan sampah di kawasan Pantai Morgan, Kelurahan Parupuak Tabiang, Kota Padang, Sabtu (20/12).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi agar aktivitas nelayan dapat kembali berjalan normal.

Aksi gotong royong ter­sebut dipimpin langsung Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, ber­sama Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, serta melibatkan lintas perangkat daerah, unsur TNI dan Polri, relawan, serta masyarakat setempat.

Mahyeldi mengatakan, pembersihan material kayu sisa banjir menjadi langkah penting untuk memastikan keselamatan nelayan saat melaut sekaligus memulihkan perekonomian masyarakat pesisir.

“Kalau dilakukan secara bersama-sama, nelayan bisa kembali melaut dengan aman dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dapat kembali berja­lan,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan, pembersihan pantai telah dilakukan secara bertahap selama sepekan terakhir melalui koordinasi Dinas Kehutanan dan Dinas Ling­kungan Hidup Sumbar de­ngan dukungan berbagai pihak.

“Kami berupaya menghadirkan solusi nyata yang langsung dirasakan ma­syarakat, khususnya nelayan di kawasan Pantai Morgan,” katanya.

Pada kesempatan ter­sebut, Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kehutanan atas dukungan empat unit ekskavator dan armada angkut dalam mem­percepat proses pem­bersihan material kayu.

Baca Juga  Enam Pejabat Eselon II Dilantik Usai Lebaran, Nama-nama masih Diajukan di Mendagri

“Dengan dukungan ini, proses pembersihan berjalan lebih cepat dan nelayan sudah mulai kembali melaut,” ucapnya.

Namun demikian, Mahyeldi menekankan pen­tingnya kejelasan aturan terkait pengelolaan dan pemanfaatan material kayu sisa bencana agar tidak menimbulkan persoalan hukum.

Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki menyampaikan bahwa pemanfaatan material kayu terbawa banjir telah diatur melalui Instruksi Presiden serta Surat Edaran Menteri Kehutanan tertanggal 8 De­sember 2025.

Pemerintah daerah dapat memanfaatkan material kayu tersebut untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, dengan tetap berkoordinasi bersama instansi terkait,” jelas Rohmat.

Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang dinilainya mampu mempercepat pemulihan dan mengembalikan akti­vitas nelayan.

Kegiatan gotong ro­yong ini melibatkan sekitar 250 personel yang terdiri dari UPT Kementerian Kehutanan di Sumbar, Dinas Kehutanan dan Dinas Ling­kungan Hidup Sumbar, unsur TNI dan Polri, relawan Semen Padang, aparat kecamatan, serta masya­rakat setempat.

Ketua RT 05 RW 17 Kelurahan Parupuak Tabiang, Zulkarnain, menyambut baik kehadiran pemerintah pusat dan daerah yang dinilainya memberikan solusi langsung bagi warga.

“Alhamdulillah, pantai sudah mulai bersih dan nelayan sudah bisa melaut kembali,” ujarnya.

Pemko Bersihkan Ta­bing Banda Gadang

Baca Juga  FSN ke-9, Pesta Rakyat untuk Warga Kota, Pj Wako: Gerakkan Ekonomi UMKM, Menjaga Nilai Budaya dan Sejarah

Sementara itu, di hari yang sama Pemko Padang juga terus melakukan pe­nanganan pascabencana dengan melaksanakan pembersihan sisa material longsor di sejumlah wilayah terdampak.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah pemulihan lingkungan dan infrastruktur agar aktivitas masya­rakat dapat kembali berjalan normal serta risiko bencana lanjutan dapat diminimalkan.

Salah satu kegiatan pembersihan dilaksanakan di kawasan Kubu Utama Tabing Banda Gadang.  Sabtu (20/12), Pemko Padang menurunkan alat berat untuk mengangkat material longsor berupa tanah, batu, dan kayu yang menumpuk di area tersebut akibat bencana sebe­lumnya.

Pembersihan dilakukan untuk membuka kembali akses lingkungan serta memastikan kondisi kawasan lebih aman.

Di lokasi tersebut, petugas bekerja secara bertahap dengan memanfaatkan alat berat guna mempercepat proses pembersihan. Selain mengangkat material longsor, dilakukan pula penataan area terdampak agar aliran air tidak terhambat dan potensi longsor susulan dapat ditekan.

Selain Kubu Utama Tabing Banda Gadang, pembersihan sisa longsor juga dikerjakan di berbagai titik lain yang terdampak bencana.

Penanganan dilakukan secara berkelanjutan de­ngan menyesuaikan ting­kat kerusakan dan kondisi la­pangan, sehingga seluruh wilayah terdampak dapat segera tertangani. Kegiatan pembersihan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Padang da­lam mempercepat pemulihan pascabencana. (fan)