METRO PADANG

Hari ini, Tanggap Darurat Bencana Berakhir, Ketua DPRD Minta Seluruh OPD Fokus Jalankan Rehab Rekon

0
×

Hari ini, Tanggap Darurat Bencana Berakhir, Ketua DPRD Minta Seluruh OPD Fokus Jalankan Rehab Rekon

Sebarkan artikel ini
TANGGAP DARURAT BERAKHIR— Hari ini, Senin (22/12) tanggap darurat bencana di Kota Padang berakhir. Selanjutnya, Pemko Padang memasuki tapah rehab rekon pascabencana. OPD diminta kembali bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing dengan penekanan pada pemulihan infrastruktur dan lingkungan yang terdampak.

PADANG, METROKetua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tetap fokus menjalankan program rehabilitasi dan rekonstruksi (rekab rekon) pascabencana, meskipun masa tanggap darurat bencana di Kota Padang akan berakhir pada hari ini, Senin (22/12).

Muharlion menyampaikan, berakhirnya status tanggap darurat tidak berarti penanganan dampak bencana berhenti. Sebaliknya, OPD diminta kembali bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing dengan penekanan pada pemulihan infrastruktur dan lingkungan yang terdampak.

“Banyak jalan rusak, jembatan putus, dan ruas jalan yang perlu segera ditambal sampai akhir ta­hun ini. Saya minta Dinas PUPR benar-benar memperhatikan kondisi tersebut, begitu juga DLH agar kebersihan kota tetap terjaga,” ujar Muharlion, kemarin.

Politisi PKS ini juga men­dorong agar tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi segera dimulai dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Menurutnya, keterlibatan Kementerian PUPR, Balai Wilayah Sungai, serta instansi terkait lainnya sangat dibutuhkan, terutama untuk normalisasi sungai-sungai yang mengalami pendang­kalan akibat bencana.

“Pengerukan sungai harus kembali dilakukan agar aliran air maksimal dan jalur air yang beralih bisa dikembalikan seperti semula. Ini tidak cukup hanya ditangani oleh Pemko Padang, harus ada turun tangan dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Selain infrastruktur, Muharlion juga menyoroti penanganan hunian bagi warga terdampak bencana. Ia menyebutkan pembangunan hunian semen­tara (huntara) masih terus berjalan dengan dukungan BNPB, sementara hunian tetap (huntap) masih meng­hadapi sejumlah persoalan, terutama terkait ketersediaan lahan.

“Huntap masih perlu pendekatan dengan ber­bagai stakeholder, baik tanah milik Pemko, provinsi, pusat, maupun hibah dari ninik mamak. Kalau membeli lahan tentu butuh perencanaan panjang, apa­lagi ada syarat tidak boleh berada di zona merah,” jelasnya.

Saat ini, kata Muharlion, sebanyak 79 kepala keluarga telah menempati hun­tara di rumah susun khusus (rusus), ditambah sekitar 30 kepala keluarga di rusunawa. Selain itu, proses clear and cleaning di kawasan Simpang Haru diperkirakan dapat menampung 50 hingga 70 kepala keluarga.

Ia meminta camat dan lurah untuk melakukan pen­dataan dan pemilahan secara cermat terhadap sekitar 580 rumah yang hanyut dan rusak berat, guna menentukan warga yang layak masuk huntara serta penerima Dana Tunggu Huni (DTH) sebesar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per bulan.

“Sebagian warga Pauh yang terdampak bencana sudah masuk ke huntara rusus dan rusunawa. Pendataan harus akurat agar bantuan tepat sasaran,” katanya.

Muharlion berharap seluruh OPD tetap solid dan konsisten menjalankan rekap rekon pascabencana demi mempercepat pemulihan Kota Padang dan memastikan kebutuhan dasar masya­rakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik. (*)