AGAM, METRO–Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi kepada jajaran Polda Sumatera Barat dan Polres Agam atas peran aktif mereka dalam membantu pemulihan pascabencana alam di Sumatera Barat. Apresiasi tersebut disampaikan Kapolri saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau Posko Pengungsi di SD 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (18/12).
Kapolri menyampaikan bahwa Polri tidak hanya mengerahkan personel, tetapi juga berbagai perlengkapan dan sarana pendukung untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal. Menurutnya, keterlibatan Polri difokuskan pada upaya kemanusiaan, mulai dari evakuasi hingga pemulihan kondisi psikologis korban.
“Kekuatan personel Polri yang kita deploy sebanyak 10.999 personel yang dibagi di Polda Aceh, Polda Sumut, dan Polda Sumbar. Selain itu, kita juga menyiapkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk identifikasi jenazah serta tim trauma healing,” ujar Sigit.
Ia menambahkan, satuan siaga Brimob juga disiapkan sebagai tim tambahan yang sewaktu-waktu dapat digerakkan ke tiga provinsi terdampak bencana tersebut. Untuk mempercepat proses penanganan, Polri turut mengerahkan sejumlah peralatan khusus, termasuk anjing pelacak K9.
“Sarana dan prasarana kami siapkan, di antaranya kapal yang dikirim ke Polda Aceh satu unit, Polda Sumbar satu unit, dan Polda Sumut dua unit. Kapal-kapal ini digunakan untuk mengangkut logistik ke wilayah terdampak. Selain itu, kami juga mengirimkan K9 ke Aceh, Sumut, dan Sumbar,” jelasnya.
Dukungan udara juga dimaksimalkan melalui penggunaan armada helikopter dan pesawat. Kapolri menjelaskan bahwa tiga helikopter disiagakan di Aceh, sementara Sumatera Utara didukung dua pesawat jenis Fokker dan CN serta empat helikopter. Untuk Sumatera Barat, satu helikopter disiagakan dan dapat digeser sesuai kebutuhan.
Dalam mendukung penanganan di lapangan, Polri telah mendirikan total 91 posko tanggap bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, juga dibentuk 32 posko penyaluran logistik, 41 posko kesehatan, serta 21 dapur umum bagi warga terdampak.
Untuk menjaga kelancaran komunikasi di daerah terdampak, Polri turut mengirimkan 85 unit perangkat Starlink. Bantuan logistik yang disalurkan meliputi 224 ton beras, puluhan generator listrik, pompa air, tangki air bersih, hingga air mineral.
“Kami telah melayani berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat. Total ada 24.439 korban yang sudah kami layani, termasuk pemeriksaan DVI terhadap 1.015 korban bencana,” ungkap Sigit.
Kapolri menegaskan bahwa seluruh kekuatan Polri, mulai dari Mabes Polri hingga jajaran Polda dan Polres, telah diinstruksikan untuk memaksimalkan dukungan dalam operasi kemanusiaan ini.
“Kita turunkan seluruh kekuatan untuk memaksimalkan dukungan. Bahkan, kemungkinan kita akan menggelar operasi kemanusiaan agar kebutuhan personel, peralatan, sarana prasarana, serta logistik dapat dimaksimalkan membantu masyarakat di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Agam AKBP Muari, S.I.K., M.M., M.H. menyampaikan bahwa pihaknya telah mendirikan sejumlah fasilitas layanan bagi masyarakat pascabencana. Fasilitas tersebut meliputi Posko Bencana, Posko Kesehatan Gratis, layanan servis gratis, serta Rumah Belajar Trauma Healing bagi korban terdampak.
Menurutnya, jajaran Polres Agam terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, terutama dalam pencarian korban yang hingga kini masih belum ditemukan akibat bencana banjir bandang.
“Kami bersama seluruh tim terus berupaya maksimal. Mudah-mudahan seluruh korban yang belum ditemukan dapat segera dievakuasi,” tuturnya. (pry)






