BERITA UTAMA

Oknum Guru Terciduk Bersama Pria di Toilet Masjid, Gubernur Sumbar Wacanakan Penjara di Pulau untuk Pelaku Perilaku Menyimpang

14
×

Oknum Guru Terciduk Bersama Pria di Toilet Masjid, Gubernur Sumbar Wacanakan Penjara di Pulau untuk Pelaku Perilaku Menyimpang

Sebarkan artikel ini
WACANA— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah wacanakan penjara di pulau untuk pelaku perilaku menyimpang.

PADANG, METROGubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menegaskan komitmen menangani secara tegas perilaku menyimpang di lingkungan pendidikan di Sumbar.

Langkah ini dilakukan agar pelaku perilaku menyimpang maupun pelanggaran lainnya bisa diisolasi dan tidak berdampak lebih luas.

Apa yang diungkapkan Mahyeldi tersebut merespon video penggerebekan dua pria dewasa di toilet masjid kawasan Bungus Teluk Kabung, Kota Pa­dang, viral di media sosial (medsos).

Peristiwa tersebut me­ngun­dang perhatian publik karena salah satu pria yang diamankan disebut Aparatur Sipil Negara (ASN) berprofesi sebagai guru.

Mahyeldi menyebutkan, kasus tersebut sudah diproses. Ia menegaskan aturan harus ditegakkan, baik aturan kedinasan maupun aturan adat.

Menurut Mahyeldi, perilaku menyimpang penyakit yang bisa melebar jika tidak ditangani serius. Bahkan, korban dalam kasus seperti ini berpotensi menjadi pelaku di kemudian hari. Karena itu, penanganan dilakukan melalui rehabilitasi.

“Ini penyakit yang bisa melebar. Biasanya korban bisa jadi pelaku. Kita lakukan rehabilitasi,” ungkap Mahyeldi, Rabu (17/12) saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar, saat pelepasan Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Padang, Rabu (17/12).

Mahyeldi bahkan memiliki wacana agar ada penjara bagi pelaku perilaku menyimpang di tempat khusus seperti pulau. Hal ini bertujuan untuk memberikan efek jera.

“Kemarin saya juga mengusulkan ke Kanwil Kemenkum HAM dan berbincang dengan Bupati Kepulauan Mentawai, mungkin di Mentawai perlu direncanakan ada penjara di satu pulau khusus. Supaya orang dengan perilaku menyimpang atau pelanggaran lainnya bisa terisolasi dan ada efek jera,” tegas Mahyeldi.

Terkait pengawasan ASN ke depan agar kejadian serupa tidak terulang, Mahyeldi menjelaskan bah­­wa identifikasi sebenarnya sudah lama dilakukan. Saat ini, Inspektorat tengah bekerja mendalami kasus tersebut, apalagi informasi yang diterima me­nye­butkan ada­nya keterlibatan murid.

“Saya sudah menegaskan ke Dinas Pendidikan sejak enam bulan lalu untuk betul-betul menyeleksi orang-orang yang masuk ke sekolah. Tidak boleh sembarangan. Siapa mereka dan apa kegiatannya harus jelas. Karena ada indikasi perilaku menyimpang, me­reka memanfaatkan celah itu,” ujar Mah­yeldi.

Seperti diketahui, video penggerebekan dua pria dewasa di toilet masjid kawa­san Bungus Teluk Ka­bung, Kota Padang, viral di medsos.

Dalam video yang beredar, terlihat dua pria dipaksa keluar dari toilet masjid oleh warga dan beberapa pria berpakaian aparat polisi. Salah seorang pria yang keluar dari toilet tampak mengenakan pakaian dinas ASN dengan logo Tuah Sakato Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) di lengan baju.

Sementara pria lainnya keluar dari toilet yang sa­ma tidak pakai baju dan hanya mengenakan celaan jeans. Setelah digerebek, pria tersebut keluar dan me­masang bajunya kem­bali. Aksi penggerebekan tersebut terjadi di tengah aktivitas masyarakat sekitar masjid. (fan)