BERITA UTAMA

Mahyeldi Apresiasi Kebijakan Presiden dan Menkeu, TKD 2026 Daerah Bencana Tak Dipotong

0
×

Mahyeldi Apresiasi Kebijakan Presiden dan Menkeu, TKD 2026 Daerah Bencana Tak Dipotong

Sebarkan artikel ini
TINJAU— Gubernur Mahyeldi saat melakukan peninjauan terhadap wilayah yang terdampak bencana.

PADANG, METROGubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi keputusan Pemerintah Pusat yang memastikan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 untuk daerah terdampak bencana tidak dipotong, termasuk bagi Sumbar.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pre­siden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. Kebijakan tersebut, dinilainya sangat membantu daerah dalam menghadapi dam­pak bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir November lalu.

Menurutnya, kebijakan tidak memotong TKD bagi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan bentuk kehadiran ne­gara dalam menjaga stabilitas fiskal daerah di tengah tekanan anggaran akibat bencana.

“Keputusan ini menjadi penopang penting bagi daerah untuk tetap menjalankan pelayanan publik dan mempercepat pemulihan pascabencana. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri Keuangan atas perhatian dan duku­ngan nyatanya terhadap daerah terdampak bencana,” kata Gubernur Mahyeldi di Padang, Rabu (17/12).

Menurut Mahyeldi, bencana yang terjadi tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memper­sempit ruang fiskal pemerintah daerah, sementara kebutuhan anggaran untuk penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi terus meningkat.

“Dengan kemampuan APBD yang terbatas, daerah tidak mungkin menanggung sendiri seluruh kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi. Karena itu, du­kungan APBN menjadi sangat penting agar pemulihan bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Mahyeldi menegaskan, Pemprov Sumbar siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara transparan dan tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat terdampak bencana.

“Sinergi pusat dan da­erah menjadi kunci agar pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan ma­syarakat bisa segera bangkit,” tutupnya. (fan)