PADANG, METRO—Duel Timnas Indonesia vs Myanmar di SEA Games 2025 menjadi salah satu informasi yang paling dicari jelang laga penentuan nasib Garuda Muda. Pertandingan ini akan digelar di Stadion 700th Anniversary of Chiang Mai, Thailand, pada Jumat (12/12) malam WIB.
Tim asuhan Indra Sjafri datang ke laga pamungkas Grup C dengan tekanan luar biasa. Kekalahan mengejutkan dari Fili pina pada pertandingan sebelumnya membuat posisi Indonesia berada di ujung tanduk. Tidak ada pilihan selain menang, dan menang besar.
Skenarionya sederhana, hasil imbang atau kekalahan langsung mengirim Ivar Jenner dan rekan-rekan angkat koper dari Thailand. Namun bila menang pun, Indonesia masih harus memperhatikan perhitungan selisih gol untuk bersaing dengan runner-up dari grup lain.
Dukungan doa dari seluruh masyarakat Indonesia menjadi suntikan energi penting bagi Rafael Struick dan kolega. Pertandingan ini bukan hanya soal taktik dan stamina, tetapi ujian mentalitas terbesar mereka di ajang SEA Games 2025.
Di klasemen sementara Grup C, Indonesia berada di posisi kedua dengan 0 poin dan selisih gol -1. Meski tanpa poin, Garuda Muda masih unggul tipis atas Myanmar yang memiliki selisih gol lebih buruk, yakni -2. Pertemuan kedua negara pun menjadi laga hidup mati demi satu tiket ke semifinal.
Peluang Indonesia kembali terbuka setelah pertandingan Vietnam vs Malaysia di Grup B. Malaysia yang sempat menjadi favorit runner-up terbaik tumbang 0-2 dari Vietnam. Hasil itu membuat Malaysia hanya memiliki tiga poin dengan selisih gol +1.
Namun posisi Malaysia sebagai runner-up terbaik bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung hasil pertandingan terakhir Grup A antara Thailand dan Singapura. Bila Singapura menang dan menciptakan triple tie tiga poin, penentuan posisi akan menggunakan selisih gol.
Dalam skenario tertentu, Indonesia wajib menang minimal dua gol, tetapi dalam sebagian besar situasi, kemenangan dua gol pun tidak cukup. Kemenangan 4-2, misalnya, hanya akan membuat Indonesia bersaing lewat catatan disiplin melawan Malaysia. Jika jumlah kartu identik, kelolosan bisa ditentukan lewat undian.
Untuk aman, Indonesia harus menang dengan selisih tiga gol atau lebih. Dengan skor itu, Indonesia akan mengantongi tiga poin dan selisih gol minimal +2, cukup untuk melampaui Malaysia sebagai runner-up terbaik.
Vietnam turut membantu membuka peluang Indonesia. Mereka tampil dominan melawan Malaysia, mencetak gol lewat Nguyen Hieu Minh pada menit ke-11 dan Pham Minh Phuc pada menit ke-22. Kemenangan 2-0 itu memastikan Vietnam sebagai juara Grup B dan sekaligus menjaga asa Indonesia tetap hidup.
Dengan hasil tersebut, nasib Indonesia kini sepenuhnya berada di tangan sendiri. Garuda Muda tak lagi perlu berharap tim lain terpeleset. Semua bergantung pada apa yang terjadi dalam 90 menit melawan Myanmar.
Pertandingan Thailand vs Singapura pada Kamis (11/12) malam memang masih bisa memengaruhi hitungan akhir, tetapi jika Singapura gagal membuat kejutan, maka perburuan runner-up terbaik akan mengerucut pada perbandingan wakil Grup C dan B.
Dalam kondisi ini, kemenangan besar atas Myanmar adalah satu-satunya jalan. Indonesia harus tampil habis-habisan, agresif sejak menit pertama, dan mengunci kemenangan dengan margin meyakinkan.
Laga hidup mati tersebut akan disiarkan langsung dari Chiang Mai dengan waktu kick-off sore hari waktu setempat, yang sama dengan WIB. Semua mata pecinta sepak bola tanah air kini tertuju pada perjuangan Garuda Muda, yang akan menentukan apakah Indonesia tetap bertahan atau pulang lebih cepat dari Thailand. (*/rom)






