METRO SUMBAR

Rakor Pencegahan dan Pengendalian Pernyakit, Identifikasi Hambatan dan Tantangan di Lapangan

0
×

Rakor Pencegahan dan Pengendalian Pernyakit, Identifikasi Hambatan dan Tantangan di Lapangan

Sebarkan artikel ini
TEKEN—Wali Kota Pariaman Yota Balad. saat mendandatangani dan membuka rapat koordinasi (rakor) pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) di Aula RM. Joyo Makmur, kemarin.

Laporan : Efanurza — Kota Pariaman

Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Kesehatan adakan rapat koordinasi (rakor) pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) di Aula RM. Joyo Makmur, kemarin dan  dibuka langsung Wali Kota Pariaman Yota Balad. Rakor ini merupakan a­genda penting, sebagai wujud komitmen  bersama dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kota Paiam, khususnya anak-anak usia sekolah.

Rakor melibatkan Kepala Sekolah SD/MI, SMP/MTs se-Kota Pariaman dan camat se-Kota Pariaman. Yota Balad mengatakan rakor ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian program P2P yang a­­­da, mengidentifikasi ham­batan dan tantangan yang dihadapi di lapangan, da­lam upaya kewaspadaan mendeteksi secara dini adanya potensi kejadian luar biasa (KLB) dan seiring dengan adanya temuan peningkatan kasus campak di Indonesia.

“Kita perlu memper­kuat komitmen dan sinergi antarpemangku kepen­tingan, karena keberhasilan program P2P tidak dapat diatasi oleh jajaran Dinas Kesehatan sendiri dan penguatan koordinasi ini­lah yang saya kira menjadi salah satu kunci keberhasilan kita dalam menghadirkan peran pemerintah daerah untuk menjawab tantangan dan permasalahan kesehatan,” jelas Yota.

Dari sinilah, sambung Yota, kita menilai pentingnya cakupan imunisasi pada anak usia sekolah di Kota Pariaman sebagai bentuk pertahanan diri dan meningkatkan daya tahan tubuh dari berbagai serangan penyakit termasuk penyakit menular.

Yota harapkan, melalui forum tersebut, dapat me­rumuskan langkah-langkah kongkret, mengoptimalkan pendataan sasaran, dengan melibatkan kader setempat, dan menciptakan terobosan atau inovasi yang menyesuaikan dengan kearifan lokal agar masyarakat mau men­datangi dan memanfaatkan fasilitas kesehatan. “Serta lakukan sosialisasi secara konsisten dan ber­kesinambungan untuk me­­ningkatkan kesadaran ma­syarakat,” harapnya kepada peserta rakor.

Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah katakan, berbagai wilayah di Indonesia terjadi peningkatan kasus campak dan penyakit menular lainnya, yang  bahkan telah menimbulkan sejumlah Kejadian Luar Biasa (KLB).

Peningkatan kasus ini tidak hanya menunjukkan tingginya tingkat penularan campak, tetapi juga mengindikasikan belum tercapainya kekebalan kelompok akibat cakupan imunisasi yang masih ber­nada dhi bawah target nasional.

Dan dari inilah, perlunya diselenggarakan Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, terutama terkait campak, sebagai wadah untuk menyamakan persepsi, memperkuat jejaring kerja, dan merumuskan langkah-langkah pengendalian yang terintegrasi.

Melalui rapat ini diharapkan terjadi sinkronisasi data antar unit, pe­netapan strategi respon cepat, optimalisasi peran lintas sektor, serta penguatan kesiapsiagaan da­lam menghadapi potensi KLB dan memastikan bahwa seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama dalam melindungi masyarakat Kota Pariaman dari ancaman penyakit campak dan penyakit menular lainnya. Hadir juga Ketua TP-PKK Kota Pariaman Ny. Yosneli Balad, perwakilan Ka. Kemenag Kota Pariaman H. Amril Tuanku Kuniang, Ketua MUI Syofyan Jamal, Kepala Disdikpora Hertati Taher dan perwakilan RS Umum dan Swasta se-Kota Pariaman. (***)